Gurunya Dipermalukan di Facebook, Alumni Ponpes Demo Polres Loteng

oleh -139 views

LOMBOK TENGAH, samawarea.com (14/11/2020)

Puluhan warga yang mengatasnamakan diri sebagai alumni Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, Lombok Tengah, menggelar aksi damai di Polres Lombok Tengah, Sabtu (14/11/2020). Aksi damai tersebut untuk meminta klarifikasi pihak kepolisian Polres Lombok Tengah terkait kasus pencemaran nama baik salah satu tokoh Pondok Pesantren Darul Muhajirin, oleh oknum masyarakat berinisial JP melalui akun media sosial facebooknya.

DPRD

M Sarki dalam orasinya mengatakan, Ia bersama jamaah lainnya datang untuk mempertanyakan kasus pencemaran mama baik gurunya. Karena telah dilecehkan oleh oknum tertentu yang menganggapnya sebagai pencuri. “Pelaku telah diamankan atau tidak, berikan kami kepastian hukum,” teriaknya.

Ustad Bajuri Najmudin yang juga hadir meminta para jamaah untuk tetap tenang. Karena terduga telah diamankan dan saat ini kasusnya masih dalam pengembangan penyidikan. “Terduga pelaku telah diamankan, untuk proses lebih lanjut kita serahkan ke pihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Ketut Tamina mengaku sudah mengamankan terduga pelaku. Ia meminta waktu kepada warga, karena kasus ini masih dalam proses penyidikan karena dalam kasus ITE ini membutuhkan alat bukti. “Terduga pelaku masih diajak mencari barang bukti, berikan kami waktu untuk bekerja sesuai prosedur,” ujarnya.

Tamiana meminta warga untuk bisa menahan diri dan tidak ada tindakan-tindakan yang melawan hukum atau main hakim sendiri. “Kami minta kepada warga untuk tidak melakukan tindakan yang melawan hukum, apalagi sampai main hakim sendiri,” tukasnya.

Baca Juga  Polisi Segera Cek DNA Kasus Kematian Damsi

Setelah mendengar keterangan Wakapolres, warga membubarkan diri dengan tertib, meskipun sempat tegang saat melihat terduga diturunkan dari mobil dan dibawa masuk ke ruangan Satreskrim Polres Lombok Tengah. (SR)

DPRD DPRD