Tradisi Unik Masyarakat Olat Rora Pamunga, Mangan Rame di Tanah Lapang

oleh -85 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12/11/2020)

Sumbawa adalah salah satu pulau yang berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kaya akan tradisi adat istiadat dan kebudayaannya. Tradisi ialah suatu adat atau kebudayaan yang lahir dari peninggalan  nenek moyang yang bersifat turun temurun dan mengandung nilai-nilai, norma dan adat kebiasaan tertentu yang masih dipertahankan dan diadakan oleh masyarakat. Banyak tradisi Sumbawa yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, agama, pendidikan dan nilai-nilai lainnya yang menjadi ciri khas dari suatu daerah. Salah satunya tradisi ‘Mangan Rame‘. Tradisi Mangan Rame adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat untuk menyuguhkan penganan dari seluruh warga. Berupa nasi yang suda dicampur dengan lalap dan lauk lainnya lalu ditempatkan di dulang atau tampi dan sebagainya. Selanjutnya  disantap bersama.

amdal

Tradisi Mangan Rame ini merupakan tradisi yang dilakukan oleh warga Olat Rora Desa Usar Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa. Tujuannya untuk tolak bala yakni agar terhindar dari musibah serta memohon kepada Allah SWT bahwa menghadapi musim tanam dapat diberkahi hujan yang cukup serta terhindar dari gagal tanam dan gagal panen.

Awalnya tradisi Mangan Rame ini nyaris punah karena terkikis perubahan zaman. Karena itu, masyarakat Olat Rora membangun kembali tradisi ini agar tetap hidup dan menjadi semboyan persaudaraan. Tradisi Mangan Rame ini dilakukan oleh kaum hawa dengan cara mengantar makanan atau sajian dalam wadah tampi, atau dulang. Cara ini disebut ‘Jonyong Sedekah’. Para kaum hawa beriringan berjalan menuju lapangan sebagai tempat penjamuan sambil mengenakan pakaian apa adanya seraya memohon ridho Allah SWT agar dijauhkan dari segala musibah dan diberikan hasil panen melimpah. Warga Olat Rora dengan  berinisiatif menyiapkan sajian setiap rumah terdiri satu tampi atau dulang makanan siap saji yang berisi nasi, lalap, telur rebus, dan Lauk tambahan seperti daging, urap, dan mie goreng. Semua ini dijadikan satu bersama nasi.

Baca Juga  Menkominfo Pastikan Pembangunan Infrastruktur TIK Mandalika Jadi Prioritas

Nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Mangan Rame ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan, dimana masyarakat Olat Rora ingin mendekatkan atau mempererat hubungan persaudaraan antar warga  yang satu dengan warga lainnya. Selain itu sebagai ajang silaturrahmi dan menjalin kebersamaan antar warga. Dimana ajang silaturrahmi ini merupakan kegiatan mempertemukan atau mempersatukan masyarakat. Menjalin kebersamaan, maksudnya dengan diadakannya Tradisi Mangan Rame ini maka warga berkumpul dan makan bersama tanpa membedakan usia, besar, kecil, orang kaya dan orang miskin. Semua berbaur tanpa memandang dari rendahnya ekonomi.

Adapun nilai-nilai lainya yang melekat dalam Tradisi Mangan Rame ini yaitu nilai sosial, dimana nilai ini mengajarkan untuk selalu menjunjung tinggi kebersamaan dan rasa kepedulian terhadap sesama manusia. Tak hanya itu terdapat nilai-nilai agama, mengajarkan untuk selalu bersyukur dan senantiasa berbagi atas limpahan rejeki yang dikaruniakan Allah SWT. Nilai pendidikan juga terdapat dalam tradisi ini. Salah satunya nilai pendidikan sosial atau kemasyarakatan. Karena nilai ini berhubungan langsung dengan lingkungan masyarakat. Di satu sisi manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain atau saling bergantungan. Karena itu, nilai ini sangat penting untuk diterapkan dan dijaga keselarasan hidup bermasyarakat.

Warga serta tamu undangan berharap kegiatan seperti ini akan terus dipertahankan karena tradisi tersebut mudah hilang atau punah karena tergilas dengan tradisi modern. Selain itu tradisi Mangan Barema ini juga menambah kekompakan dan kebersamaan antar warga disamping simbol bahwa Sumbawa kaya akan budaya-budaya lokal. (SR)

iklan bapenda