Budayawan Sumbawa Yakin Jarot-Mokhlis Terpilih Lunyuk Berkembang

oleh -125 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13/11/2020)

Budayawan Sumbawa yang telah makan asam garam di bidang seni dan budaya, Hasan Gunawan atau dikenal dengan nama Ace Lit Luar (60), saat ditemui di Lunyuk, Jumat (13/11), menyambut baik sejumlah program yang diusung Jarot-Mokhlis. Ia mengaku sangat mengenal baik dengan sosok H Jarot yang ulet dan jujur dalam mengemban tanggung jawab.

amdal

Jika H Jarot memimpin Sumbawa maka ia yakin Lunyuk akan berkembang. Apalagi H Jarot adalah orang yang mempunyai akses di sektor pertambangan selama puluhan tahun. Ini yang membuatnya yakin bahwa pertambangan di Dodo Rinti dapat dikembangkan lebih besar.

Ia juga menyayangkan pemerintah selama ini tidak pernah membangun mental dan melestarikan budaya Sumbawa, pemerintah hanya fokus pada pembangunan infrastruktur saja dan memperkaya oknum-oknum pemerintah secara pribadi. “Pemerintah selama ini tidak pernah mempedulikan Budayawan dan Seniman, padahal Budayawan inilah yang berjasa membangun Sumbawa sejak dahulu, melalui budaya masyarakat bisa hidup berdampingan dan menyatu,” kata Ace Lit Luar yang juga pernah menjadi Ketua Adat Tana Samawa (LATS) ini.

Ia yakin Jarot-Mokhlis akan menang telak di Kecamatan Lunyuk karena masyarakatnya yang kompak dalam lingkaran budaya. “Kalau kepala adatnya memilih A maka masyarakatnya juga akan memilih A, inilah salah satu kunci kemenangan Jarot-Mokhlis nantinya selain program yang ia bawa cukup menjanjikan tersedianya tenaga kerja untuk masyarakat di sini,” jelasnya.

Baca Juga  UU ASN Perkuat Hak Prerogatif Bupati

Pada sektor pertanian, di Lunyuk ada sekitar 500 hektar lahan pertanian yang masih belum dibenahi dari sisi infrastruktur pengairan sehingga warga masih kesulitan untuk memaksimalkan hasilnya seperti di desa Mekar Sari. Namun secara umum Lunyuk adalah wilayah yang subur, di beberapa lokasi hasil pertanian dapat dipanen tiga kali dalam satu tahun. “Ada sekitar 500 ha lahan pertanian yang masih membutuhkan saluran irigasi sehingga dapat memacu hasil produksi,” katanya.

Tokoh masyarakat Desa Mekar Sari, Samudra Abadi menilai Lunyuk lamban dalam berkembang. Contoh saja jalan sepanjang 1 km di desa tersebut tidak kunjung diperbaiki atau diaspal sejak tahun 1988. “Sejak Desa Mekar Sari ini dibentuk pada tahun 1988 atau 32 tahun lalu, jalan desa ini tidak pernah diaspal dan dibiarkan berdebu,” katanya.

Ia ingin ke depan Jarot-Mokhlis dengan kekuatan, pengalaman dan akses yang luas dapat membantu menuntaskan akses jalan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat tersebut, serta infrastruktur pengairan yang dibutuhkan warga. “Kami juga berharap kesempatan kerja bagi anak-anak kami di sini lebih besar,” tandasnya. (SR)

iklan bapenda