Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Sumbawa Terus Didorong

oleh -50 views
bankntb

Dari Seminar Nasional bertajuk “Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia Timur”

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12/11/2020)

Akses internet di Indonesia terutama di Kabupaten Sumbawa masih belum merata. Masih banyak titik yang blank spot yang perlu ditangani terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil. Salah satu upayanya adalah membangun infrastruktur telekomunikasi. Agar hal tersebut mendapat perhatian pusat, Borsya Foundation bekerjasama dengan Bappeda dan Diskominfotik Kabupaten Sumbawa menggelar Seminar Nasional, Kamis, 12 November 2020. Forum ilmiah bertajuk “Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia Timur” yang dilaksanakan di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini, menghadirkan narasumber berkompeten. Yaitu Boris Syaifullah (Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) Indonesia, Rubi Handojo (Direktur Human Capital Management & Strategy PT Telkom Akses), Agus Subandrio (Direktur Construction PT Telkom Akses), Bambang Irawan MT (Ketua Yayasan STKMI IKMI Cirebon, dan Rachman Ansori (Kadis Kominfotik Kabupaten Sumbawa). Seminar yang dipandu Aminuddin ST MT ini berlangsung menarik. Banyak permasalahan telekomunikasi mengemuka dan langsung mendapat solusi dari para narasumber.

Bupati Sumbawa melalui Staf Ahli Bupati Bidang Sumberdaya Aparatur dan Pemasyarakatan, Drs. Zainal Abidin mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional ini. Ia menilai seminar tersebut sebagai ajang berdiskusi dan sharing informasi sehingga ke depan dapat dirumuskan kebijakan yang tepat dalam ikhtiar memeratakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Menurut Bupati, saat ini masa pandemic Covid19 yang mengharuskan setiap orang untuk lebih banyak di rumah, baik bekerja maupun belajar di rumah. Namun perubahan pola bekerja dan belajar ini terkendala akses dan koneksi internet. Keterbatasan akses dan koneksi internet menyebabkan masih banyak masyarakat yang belum dapat menggunakan internet untuk beraktivitas dari rumah.

Baca Juga  Perhelatan MotoGP 2021di Sirkuit Mandalika Tak Boleh Gagal

Berdasarkan data pengguna internet International Telecomunication Union (ITU), Indonesia merupakan negara dengan peringkat 7 dari 11 negara ASEAN. Pengguna internet di Indonesia per Mei 2020 berjumlah 171.260.000 (62%), dan sebagian (55%) berdomisili di Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerataan akses internet masih menjadi prioritas pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Untuk itulah Kementerian Komunikasi dan Informasi terus menambah jumlah BTS (Base Transceiver Station) khususnya di daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).

Banyaknya wilayah blank spot di Pulau Sumbawa ungkap Bupati, mengharuskan Kemenkominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) meningkatkan akses dalam rangka pemenuhan hak akses warga di daerah blank spot. Setidaknya, BAKTI Kemenkominfo telah membangun 52 BTS baru hingga tahun 2020, yang tersebar di Pulau Sumbawa dan Lombok.

Khusus untuk Kabupaten Sumbawa, lanjut Bupati, belum lama ini 9 Site BTS yang diusulkan untuk ditingkatkan layanannya ke 4G. “Alhamdulillah saat ini tengah melaksanakan proses speed up perangkat dan sinkronisasi akses satelit,” ucapnya seraya menyebutkan kesembilan titik lokasi BTS tersebut adalah Site Sempe Kecamatan Moyo Hulu, Site Sampar Bontong Kecamatan Lunyuk, Site Tangkampulit Kecamatan Batulanteh, Site Bao Desa Kecamatan Batulanteh, Site Senawang Kecamatan Orong Telu, dan Site Labuhan Ijuk Kecamatan Moyo Hilir, yang dibangun melalui program USO BAKTI Kementerian Kominfo serta Site Sebeok Kecamatan Orong Telu, Site Batu Rotok Kecamatan Batulanteh dan Site Tepal Kecamatan Batulanteh yang dibangun melalui Program Merah Putih Telkomsel.

Baca Juga  Lahan Makodim dari Pemda KSB Dipuji Tim Survey Mabes TNI

Program pemerataan akses telekomunikasi khususnya di wilayah terpencil sambung Bupati, akan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan mengusulkan pembangunan BTS di titik-titik blank spot kepada BAKTI Kementerian Kominfo RI maupun program lainnya.

Lebih jauh dikemukakan Bupati, bahwa tantangan pemerataan infrastruktur telekomunikasi ke depan bukan hanya persoalan akses terhadap internet dan platform digital lainnya, tetapi juga menyangkut efisiensi pembiayaan investasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi, yang dalam hal ini membutuhkan peran pihak swasta sebagai partner untuk mewujudkan harapan tersebut. Dan tantangan yang juga tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menyiapkan SDM telekomunikasi yang siap pakai, terutama di era globalisasi saat ini. “Untuk itu, kami sangat mengapresiasi langkah maju yang dilakukan oleh Borsya Foundation, yang membangun SMK Telekomunikasi di Kabupaten Sumbawa. SMK ini merupakan yang pertama di wilayah Indonesia Timur, dan kami menilai, pembangunan SMK Telekomunikasi ini merupakan langkah yang tepat dan strategis dalam menyiapkan SDM-SDM andal di bidang telekomunikasi di masa yang akan datang,” tandasnya.

Di akhir sambutannya saat membuka Seminar Nasional ini, Bupati Sumbawa berharap dari kegiatan itu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bernas dalam ikhtiar bersama, mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa. (SR)

iklan bapenda