Pemilik Lombok Wildlife Park Siap Bantu Wujudkan Kebun Binatang di Sumbawa

oleh -97 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/11/2020)

Kebun Binatang di Kabupaten Sumbawa sepertinya terwujud lebih cepat. Pasalnya, rencana Gubernur NTB untuk menghadirkan destinasi baru untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah ini mendapat dukungan langsung dari Pemilik Lombok Wildlife Park (Kebun Binatang di Lombok Utara), Ketut Suadika dan Fellicia Suadika.

amdal

Kepada Direktur Sumbawa Zoo, Ir. Anis Suweleh bersama Staf Ahli Gubernur, Uki Zulkifli  dan sejumlah wartawan yang melakukan study banding di kebun binatang tersebut belum lama ini, Ketut Suadika menyatakan siap membantu mewujudkan rencana Gubernur dan keinginan besar masyarakat Sumbawa. Bahkan dalam waktu dekat, Ia bersama istrinya akan berkunjung ke Sumbawa sekaligus melihat kondisi lokasi yang akan dijadikan Kebun Binatang dimaksud. Ketut yang berencana akan membangun satu lagi kebun binatang di Pulau Lombok tepatnya sebuah pulau di Lombok Timur ini menyebutkan kiat-kiat untuk konservasi satwa atau membangun kebun binatang mini.

Pertama, ketersediaan lahan. Diperlukan minimal lahan seluas 2 hektar, dan paling bagus 5 hektar guna pengembangan selanjutnya. Kemudian kondisi alam atau cuaca, Sumbawa maupun NTB sebagai daerah tropis sangat mendukung. Memiliki satwa eksotik minimal 10 jenis. Ini bisa didapatkan di Indonesia karena banyak sekali satwa eksotik dan langka yang bisa dikembang-biakkan.  Di antaranya Gajah, Orang Utan, Bekantan, Beruang Madu dan Burung Cendrawasih. Masyarakat terutama wisatawan lokal dan domestic mencari satwa-satwa seperti ini untuk dikunjungi. Terutama generasi saat ini yang selama ini melihat satwa tersebut sebatas layar kaca dan buku-buku pelajaran.

Baca Juga  Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1441 H

Untuk diketahui, Lombok Wildlife Park miliknya dibangun Tahun 2013 dan dibuka untuk dikunjungi Tahun 2017. Sebagian besar satwa di kebun binatangnya berasal dari Indonesia dan hanya sebagian kecil koleksi dari luar negeri seperti Kuda Nil, Burung Makau dan Pelikan. Saat ini terdapat 430 satwa dari 60 jenis. Dan pengunjung kebun binatangnya cukup banyak. Ini mungkin karena satu-satunya di NTB. “Hari Sabtu—Minggu, pengunjungnya bisa mencapai 1.300 orang termasuk turis mancanegara. Per orang dikenakan tariff 100 ribu rupiah. Tapi mengingat masa pandemic ini, sementara tarifnya 50 ribu. Dan kami targetkan minimal satu orang bisa mengeluarkan uang 700 ribu—1 juta. Karena tidak hanya tiket masuk, tapi juga biaya berfoto dan bermain bersama satwa, serta makan dan minuman yang disediakan di restoran,” kata Ketut yang sudah 25 tahun berpengalaman bergerak di bidang konservasi satwa dan menjadi konsultan beberapa kebun binatang terkenal berbagai daerah di Indonesia.

Ditambahkan Fellicia Suadika, membangun Kebun Binatang karena ia dan suaminya sama-sama penghobby satwa. Dan membangun kebun binatang di Kabupaten Sumbawa bukan hanya rencana Gubernur NTB tapi juga keinginannya sebagai bentuk konstribusi bagi daerahnya, karena orangtuanya berasal dari Sumbawa. “Ketika kami berkunjung bersama Gubernur ke Sumbawa Januari lalu, tanpa saya ungkapkan, beliau (Gubernur) selalu bilang bahwa di Sumbawa juga membutuhkan taman satwa seperti ini. Jadi seperti gayung bersambut antara keinginan saya dan rencana gubernur ini. Dan membangun Sumbawa itu sama dengan kami membangun daerah sendiri,” ucap Fellicia.

Baca Juga  Siap Berkonstribusi, Mantan TKI Korea Asal Sumbawa Bentuk KCS

Selain itu di kebun binatang (Lombok Utara) yang dikelolanya saat ini banyak dikunjungi pengunjung dari Sumbawa. Terkadang mereka datang dengan menyewa bus dan ramai-ramai naik pick-up. Melihat hal itu, putri Laksamana Manambai Abdul Kadir ini, tergerak untuk membangun kebun binatang di Sumbawa. Keinginan itu telah disampaikan kepada para pengunjung dan disambut sangat antusias. “Mereka katakan, kalau ada kebun binatang di Sumbawa mereka tidak perlu bawa anak-anak jauh-jauh ke Jawa. Anak-anak bisa lihat binatang beneran dan tidak hanya di dalam buku pelajaran dan TV,” kata wanita ramah ini.

Membangun kebun binatang ungkap Fellicia, tujuan utamanya adalah sebagai sarana edukasi agar anak-anak atau generasi saat ini dapat melihat satwa langka dan unik secara nyata sehingga muncul keinginan untuk mempelajari dan melestarikannya. Setelah itu untuk kepentingan pariwisata dan sudah pasti untuk kelestarian alam. (JEN/SR)

 

iklan bapenda