Atasi Pengangguran, Jarot-Mokhlis Bangun Industrialisasi di Sumbawa

oleh -78 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9/11/2020)

Menjawab keresahan warga terkait sulitnya peluang kerja dan murahnya harga jual produksi pertanian di Kabupaten Sumbawa, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Ir. H. Syarafuddin Jarot–Ir. H. Mokhlis M.Si berjanji akan memindahkan pabrik di Pulau Jawa ke Sumbawa jika terpilih dalam pilkada mendatang. Hal ini diungkapkan Calon Bupati Sumbawa dari nomor urut 5 yang akrab disapa Haji Jarot bersama calon Wakil Bupati Haji Mokhlis, belum lama ini.

amdal

Ia yakin, dengan kekuatan dan pengalaman puluhan tahun serta jaringan yang kuat akan mampu membangun industri berbasis pertanian di Sumbawa sehingga akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Program ini juga meningkatkan ekonomi yang akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat. “Agar harga jual produksi pertanian di Sumbawa meningkat kami akan memindahkan pabrik dari Jawa ke Sumbawa,” tegas Jarot.

Hadirnya industri di Sumbawa juga akan memberikan multiplayer effect seperti lapangan kerja terbuka luas dan memacu pertumbuhan usaha-usaha lain yang berkesinambungan. Salah satu contoh di Kecamatan Batu Lanteh yang memiliki produksi pertanian yang cukup banyak, produk pertanian yang menonjol adalah jagung. Dengan adanya industri akan meningkatkan keuntungan besar bagi petani. “Pada tahun 2018 sebanyak 650 ribu ton jagung hampir semuanya dikirim ke Surabaya dengan harga jual yang kurang baik, itu dikarenakan biaya ongkos kirim yang mahal sehingga harganya dikurangi,” katanya.

Baca Juga  Dilantik Januari, HUSNI-MO Mutasi Perdana Juli 2016

Hal sama dikemukakan juga di Desa Batu Lanteh Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Jika Sumbawa mampu memproduksi pakan ternak maka akan tercipta peluang usaha-usaha peternakan dan perikanan. Peluang usaha di bidang itu juga akan semakin berkembang. Untuk menghadirkan pabrik ini diakuinya, tidak mudah. Namun, diyakini dengan kekuatan, pengalaman dan jaringan yang kuat, Jarot-Mokhlis berikktiar akan mendatangkan uang ke Sumbawa untuk membangun kabupaten ini lebih maju. “Kalau mengandalkan dana APBD saja tidak akan mampu membangun Sumbawa, karena daerah ini cukup luas, 24 kecamatan dengan luas sekitar 700 kilometer persegi,” katanya.

Kini, anggaran APBD Sumbawa 70 persen digunakan untuk belanja rutin dan hanya 30 persen untuk membangun infrastruktur dan program lainnya. Hal ini mustahil dilakukan jika tidak mendatangkan dana selain APBD. (SR)

iklan bapenda