Buka Banyak Lapangan Kerja, Mo—Novi Prioritaskan Naker Lokal  

oleh -108 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3/11/2020)

Menyiapkan lapangan kerja untuk 10.000 tenaga kerja lokal menjadi salah satu program kerja pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd. Karena itu isu tenaga kerja menjadi persoalan strategis dalam Debat Publik Tahap I yang digelar KPU Sumbawa belum lama ini.

Menurut Pasangan yang disingkat Mo—Novi ini, Pemda harus banyak membuka lapangan kerja, dan menghadirkan tenaga kerja terampil. Pemda menyiapkan skill masyarakat sesuai dengan kebutuhan, agar masyarakat lokal dapat diserap dengan baik. SDM harus diserap dengan baik sesuai dengan kebutuhan daerah. “Maka, daerah harus mempersiapkan SDM sesuai dengan kebutuhan daerahnya tersebut,” kata Haji Mo—sapaan Calon Bupati Sumbawa ini.

Solusinya adalah memperbanyak BLK. Sumbawa tidak boleh seperti daerah lain, dimana mereka memiliki tambang, namun SDM-nya belum siap. Karena itu harus ada korelasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Perguruan tinggi yang akan menjadi perekat. Pemda dapat bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk membuka jurusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sebagai upaya memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Lebih jauh diungkapkan Haji Mo, bahwa sumbangsih terbesar Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa diberikan oleh sektor pertanian, perdagangan dan konstruksi. Khusus konstruksi, saat ini tenaga terampil berjumlah 244 orang. Karena itu, selama ini sektor konstruksi tidak diisi oleh masyarakat-masyarakat lokal karena minimnya jumlah tenaga kerja terampil. “Solusi yang diberikan, Pemda adalah mempersiapkan program menyerap tenaga kerja terampil, dilatih dan diberikan fasilitas secara gratis,” tandasnya.

Baca Juga  Bawaslu Sumbawa Nilai Proses Coklit Belum Maksimal

Selain itu Haji Mo menjelaskan, jika Mo—Novi terpilih nanti, akan memberikan perhatiannya pada sektor industry. Pengembangan sektor ini dititik-beratkan pada pengembangan industri kecil dan menengah. Industri kecil dan menengah mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung berlangsungnya pertumbuhan ekonomi sektor riil karena serapan tenaga kerja pada sektor ini relatif cukup banyak.

Adapun Industri terbagi dalam dua bidang yaitu bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) yang terdiri dari 144 sentra industri, 2.175 unit usaha dengan serapan tenaga kerja sebanyak 7.091 orang, serta menghasilkan investasi senilai Rp 249,38 milyar. Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA) yang terdiri dari 44 sentra industri, 885 unit usaha dengan serapan tenaga kerja 1.812 orang, serta menghasilkan investasi senilai Rp 8,69 milyar. Dari sisi Industri Menengah pada tahun 2018 terdiri 10 sentra industri, 20 unit usaha dengan serapan lapangan kerja sebesar 439 orang dengan investasi senilai Rp 22,23 milyar. (Advertorial)

iklan bapenda