Ancam Sebar Video, Pelaku Peras Seorang Wanita Asal Medan 150 juta

oleh -234 views
bankntb

MATARAM, samawarea.com (3/11/2020)

Kasus pemerasan kembali diungkap Satreskrim Polresta Mataram. Pelaku berinisial FA beralamat di Kota Surabaya dan Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, ditangkap setelah memeras korbannya seorang wanita berinisial NB (56) asal Medan Sumatera Utara. Dari aksi pelaku, korban mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta. “Kami mengamankan seorang pelaku pemerasan. Ini korbannya mengaku diperas hingga Rp 150 juta,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin (2/11/2020).

amdal

Kejadianya berawal dari perkenalan pelaku dan korban di Facebook sekitar Oktober 2019. Keduanya terus berkomunikasi dan menjadi semakin dekat. Kedekatan itu seperti dilanjutkan di kehidupan nyata. Lalu di Bulan November 2019, korban datang ke Mataram dan meminta pelaku menemaninya jalan-jalan. Saat menginap di hotel, pelaku sempat mengajak korban untuk berhubungan badan. Ajakan tersebut ditolak korban. Pada saat korban di kamar mandi, pelaku merekam aktivitas korban di kamar mandi. Pelaku juga merekam kemesraan mereka saat video call. Dua rekaman itu dijadikan senjata untuk memeras korban. Video itu akan disebar jika korban tidak memberikan sejumlah uang. ‘’Di situ unsur pemerasan dengan ancamannya terpenuhi. Jika tidak diberikan sejumlah uang, video akan disebar,’’ beber Kadek—akrab Kasatreskrim disapa.

Takut dan khawatir videonya tersebar, korban menuruti permintaan pelaku dengan mentransfer sejumlah uang. Bukannya menghentikan aksinya setelah diberi uang. Pelaku malah mengancam lagi jika korban tidak mentransfer uang. ‘’Terus berulang pemerasan dengan pengancamannya. Korban sudah beberapa kali memberikan uang. Total uang yang sudah diberikan korban itu mencapai 150 juta,’’ sebutnya.

Baca Juga  Menilai Kinerja Kapolda NTB Jelang Pilkada Serentak

Korban tersadar dan tidak bisa membiarkan pemerasan itu terus terjadi. Uang pun sudah menipis. Tidak ingin kehilangan lebih banyak uang, korban melapor ke Polresta Mataram. Laporan diterima dan ditindaklanjuti petugas. Karena unsur pemerasan dan pengancamannya terpenuhi, pelaku ditangkap dan digelandang ke ruang tahanan Polresta Mataram. Penangkapan ini disertai barang bukti. Yakni 3 buah handphone, 1 buah buku tabungan, dan sebuah ATM. ‘’Kami sudah jadikan tersangka dan kita proses lebih lanjut,’’ kata Kadek.

Pelaku terancam dijerat pasal 45 ayat (4) Jo pasal 27 ayat (4) Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atau UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau pasal 369 dengan ancaman maksimal enam tahun hukuman penjara dan denda satu miliar rupiah. (SR)

iklan bapenda