Bagi Guru, Menulis Itu ?

oleh -34 views
bankntb

Menulis Itu Manfaat Yang Luar Biasa

Oleh: Ariestya Dwi Mulyati (Mahasiswa BI-PGPAUD Semester II UT)

amdal

OPINI PENDIDIKAN, 30 Oktober 2020

Bagi guru menulis itu sederhana. Kunci utama untuk dapat terampil menulis amatlah sederhana, bahkan mungkin tampak sepele, yaitu kebiasaan menulis itu sendiri. Berapa puluh buku dibaca oleh seseorang, berapa ratus teori ia pelajari, tak kan mampu membawanya mahir menulis, apabila tidak terus menulis. Ibarat ingin bisa berenang, sejuta teori dipelajari, tidak kan mampu seseorang bisa terampil berenang, jika ia tidak mencoba mencebur untuk berenang. Jadi, tidak kan pernah kita bisa menulis jika tidak pernah kita memaksa diri secara terus menerus untuk menulis.

Bagi guru menulis itu suatu ungkapan, curahan pikiran, hati dan rasa dan kemampuan yang ada pada diri secara nyata. Guru perlu menuangkan pendapat tentang suatu hal dan dapat menjadikan sebagai dasar yang kuat dalam berinteraksi dengan anak didiknya, jika pendapat tersebut dituangkan dalam tulisan maka akan lebih memberi manfaat yang luar biasa. Tulisan juga merupakan cerminan diri bagi guru, saat tulisannya dibaca orang lain, maka seakan-akan pembaca menjadi seperti penulisnya, saat tulisan berisi tentang ide, gagasan, harapan, kebahagiaan, kesedihan, tantangan, kebanggaan maka kita akan merasakan hal itu pula, itulah hebatnya “Tulisan”.

Tulisan guru bisa memberi manfaat. Mengapa demikian ? Karena guru telah banyak melewati banyak tulisan, salah satunya “Skripsi”. Berlembar-lembar kertas, beratus, bahkan berjuta kata yang tertuang di dalamnya. Atau juga menulis “Cerpen”. Guru telah terbiasa dengan mengeluarkan banyak kata yang ada dipikirannya, sehingga banyak ide yang tertuang dan berbagai manfaat yang bisa dirasakan. Mengarang cerpen sederhana yang nantinya akan di ceritakan kepada seluruh anak didiknya. Guru juga dapat menulis “Lirik”. Meskipun lirik lagu yang di tulis guru mengambil nada dri lagu yang sudah ada, tetapi di dalam lirik tersebuterdapat pesan dan edukasi sederhana yang berikan kepada anak didiknya.

Bagi guru menulis itu suatu penguatan dari apa yang sudah dilakukan. Menulis itu sebagai sebuah aktivitas yang dapat menterjemahkan antara teori dan praktek. Apa yang diajarkan kepada anak didik, merupakan aktifitas nyata, dimana dalam prakteknya terdapat beragam kendala baik itu berasal dari diri sendiri maupun anak didik. Apabila kendala yang muncul ditulis, maka didalam tulisan akan muncul solusi yang perlu dilakukan. Seperti halnya catatan anekdot.

Baca Juga  Ibu Pendidik Utama Pembentukan Karakter Anak

Guru yang suka menulis adalah guru yang mau merubah diri, mengikuti perkembangan jaman, memperkuat profesi guru serta memperkuat materi yang diajarkan. Guru yang senang menulis akan membuat dirinya lebih kreatif, karena senang menuangkan pengalaman dalam bentuk tulisan sehingga mempertajam ingatan. Bagi guru menulis itu, hal yang sulit untuk pertama kalinya, setelah pena tergoreskan dan imajinasi tertuang, maka akan menjadi lebih mengalir

Hal inilah yang guru rasakan seperti anak didiknya yang baru di perkenalkan menulis, guru sangat sulit memotivasi diawal, namun saat anak didik mampu memegang pensil yang benar, pengulangan huruf dirasakan, satu huruf dan kata mulai terlihat lalu menimbulkan kenyamanan maka semua yang ada menjadi mudah dan indah tergoreskan. Agar guru gemar menulis, maka perlu dipahami kesulitan diawal, kemudian lawan kesulitan tersebut menjadi kemudahan, paksa diri dengan kebaikan untuk segera memegang pena, menggoreskan kata menjadi kalimat serta mulai menuangkan imajinasi yang ada menjadi tulisan, saat guru mampu melawan waktu 10 menit diawal, maka menit-menit selanjutnya akan menjadi asyik dan menyenangkan.

Bagi guru, menulis itu menggoreskan apa yang ada di hati, pikiran dan juga apa yang dirasakan. Bahkan jika emosi tidak dapat diungkapkan dengan lisan, maka dapat di tuangkan melalui tulisan. Menulis itu menyenangkan tentang apa yang guru alami dari mulai bangun pagi sampai kembali terlelap dalam mimpi. Menulis itu berisikan cerita yang guru lewati bersama anak didiknya yang di hiasi canda tawa, senyum manja, ekspresi ceria dan juga tawa bahagia. Menulis itu tak pernah habis kata-kata untuk di tuangkan, karena setiap aktivitas anak didiknya selalu menggerakan tangan untuk menggoreskan kisah, bermakna dan ada cerita yang berharga.

Bagi guru menulis itu adalah sesuatu yang harus dibiasakan, karena akan banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan kita sering menulis. Kita akan termotivasi lagi untuk lebih rajin membaca, karena seorang penulis yang baik dipastikan ia adalah seorang yang rajin membaca. Seperti ungkapan “ you are what you read” dimana kita tidak akan dapat menulis tanpa pernah membaca. Kemudian dengan sering menulis ilmu dan wawasan, kita juga akan bertambah karena dengan sendirinya kita akan menggali lebih dalam lagi tentang apa yang akan kita tulis. Semakin menggali atau mendalami sesuatu, kita akan merasa semakin banyak lagi hal yang perlu kita pelajari dan perdalam lagi.

Baca Juga  Pererat Kerja Sama Berbagai Bidang, Gubernur NTB Bertolak ke Tiongkok

Menulis itu mengasyikkan jika sesuai dengan apa yang kita minati dan inginkan. Mulailah dari sebuah impian, kemudian kita ikhtiar berusaha mewujudkan impian tersebut. Mulailah dekati hal-hal yang akan mendukung kita mempermudah menggapai impian kita. Apabila impian kita ingin menjadi seorang penulis maka, bertemanlah dengan orang-orang yang suka menulis juga agar kita lebih dekat lagi menggapai impian kita.

Menulis itu akan menyeimbangkan informasi yang masuk dan menjadikan informasi yang masuk itu menjadi sebuah ilmu yang bisa disampaikan melalui tulisan yang dibagikan kepada yang lainnya agar menjadi ilmu yang bermanfaat sehingga kelak menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya sampai diakhirat. Menulis itu bisa juga sebagai sarana aktualisasi diri seorang guru agar lebih berkembang dan semakin maju dalam keilmuan dan wasan serta hal-hal yang bersifat positif.

Guru telah terbiasa dengan mengeluarkan banyak kata yang ada dipikirannya, sehingga manfaat yang bisa dirasakan. Seperti manfaat untuk diri sendiri, kapanpun waktu yang diperlukan, guru dapat membuka kembali hasil karya tulisnya, yang merupakan satu bukti bahwa guru mampu dan bisa, pastinya guru akan memiliki rasa bangga dan bahagia terhadap hasil karya nya sendiri. Untuk keluarga/ orang sekitar yang ada didekat kita, guru akan memiliki rasa bangga atas hasil karya tulisnya dan memberikan bukti bakti atas perjuangan keluarga. Untuk orang lain, ternyata sesederhana apapun tulisan guru, akan memberi manfaat untuk orang lain dan bisa dijadikan tambahan ilmu pengetahuan.

Bersyukurlah bagi kita semua yang memiliki kemampuan untuk menulis, bagi yang belum cobalah menulis maka akan terasa dengan sendirinya indah dan asyiknya menulis. Apapun profesi kita, mari kita menulis, tuangkan kebahagiaanmu dalam tulisan, tuangkan isi hatimu dalam tulisan, tuangkan kemampuanmu, prestasimu dalam tulisan.

Berikan semangat untuk menginspirasi diri, untuk terus menulis. Seperti ungkapan Presiden Amerika Serikat, Benjamin Franklin mengatakan : “Jika engkau ingin tidak segera dilupakan orang setelah engkau meninggal dunia, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca, atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan dalam tulisan.” Menulis itu menjadi penguatan dan memperkuat materi yang diajarkan. Sulit dan mudah adalah satu paket yang indah. Mari Menulis Dengan Membiasakan Menulis.  (*)

iklan bapenda