Tembus Rarak Rongis–Matemega, Gubernur Jelajah Hutan Hingga Tidur di Masjid

oleh -115 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27/10/2020)

Janji Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc untuk tetap menemui rakyatnya terus ditunaikan. Meski masyarakat tinggal di daerah terpencil dan sangat terpencil sekalipun selalu diupayakan untuk disambangi. Seperti biasa dari setiap kunjungannya, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini mengajak serta Kepala OPD dan pimpinan BUMN/BUMD. Selain bisa mendengar, menyerap dan merasakan langsung kondisi warga setempat juga Kepala OPD mendapatkan gambaran program apa yang akan diberbagai program pembangunan.

amdal

Namun perjalanan kali ini yang paling ekstrim dan melelahkan. Gubernur beserta rombongan harus berjalan kaki dari Rarak Rongis Kabupaten Sumbawa Barat menuju Matemega Kabupaten Sumbawa. Jaraknya mencapai belasan kilometer dengan 7 jam perjalanan. Untuk menempuh perjalanan itu tidak bisa ditembus oleh mobil, motor bahkan sepeda sekalipun. Rombongan harus berlelah-lelah menembus hutan belantara, naik turun lembah dan menyeberangi sungai. Karena memang tidak ada akses jalan dan jembatan yang menghubungkan dua desa perbatasan dua kabupaten ini.

Rasa lelah seketika hilang setelah melihat kampung di ujung rimba, yaitu Desa Mate Mega. Sekedar diketahui, Mate Mega yang berada di wilayah Kecamatan Alas ini dikenal dengan sebutan desa di atas awan. Jarang yang datang ke sana karena aksesnya yang sulit. Sepanjang perjalanan ke Mate Mega, Bang Zul dan rombongan menikmati hutan yang asri. Bang Zul bisa membayangkan bagaimana perkasanya para polisi kehutanan dan forester serta rimbawan menjelajahi hutan untuk menjaganya. Masyarakat setempat ternyata sangat rindu dikunjungi pemimpinnya. Karena masyarakat menginginkan banyak hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Baca Juga  Pembangunan Terowongan Bendungan Beringin Sila Tercepat Sepanjang Sejarah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, yang menarik dari mengunjungi daerah-daerah terpencil bersama para Kadis, adalah mereka melihat dan merasakan langsung permasalahan masyarakat di lapangan. Misalnya Kepala Biro Kesra langsung melihat dan membantu masjid atau tempat keagamaan yang memang seharusnya dibantu. Kemudian Kadis Pemukiman dapat melihat jalan-jalan lingkungan yang harus segera diperbaiki dan rumah-rumah masyarakat yang perlu dibantu dengan program layak huni atau bedah rumah. Demikian dengan Kadis PU melihat jalan, jembatan dan saluran irigasi. Sementara Dirut Bank NTB langsung melihat UKM-UKM yang bermasalah dengan permodalan dan lainnya. Begitu juga Kadis Pertanian dan Perkebunan, karena daerah itu sangat kaya dengan perkebunan kopi dan pemandangannya yang indah. Kadis Perikanan, Kadis Peternakan dan lainnya juga bisa mengetahui fakta lapangan. “Kami semua jadi kompak sebagai sebuah tim. Tak ada kepura-puraan apalagi menjilat pada atasan untuk menjadi Yes Men. Dengan berjalan bersama, makan bersama, tidur bersama semua jadi kompak tanpa sekat sebagai saudara,” ucap Bang Zul melalui postingan di Facebooknya.

Ketika daerah yang dikunjungi tidak ada hotel, sambung Bang Zul, semua menyatu tidur bersama di masjid. “Kami memilih menginap di masjid karena masjid biasanya toilet dan kamar mandinya lebih banyak dibandingkan di rumah penduduk. Jadi kalau rombongannya banyak, tidur di masjid adalah pilihan paling istimewa dan mewah. Dan tidur bersama ini selalu penuh dengan cerita yang membuat kami tersipu bahkan tertawa terbahak-bahak,” ucap Gubernur, seraya menyampaikan terima kasih kepada jajarannya atas kebersamaan yang dinilainya sangat luar biasa. (JEN/SR)

iklan bapenda