Dipending 2020, Warga Minta Ruas Jalan Perung Dikerjakan 2021  

oleh -91 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26/10/2020)

Pandemic Covid-19, tidak berdampak buruk dari sisi kesehatan dan ekonomi. Wabah ini juga membuyarkan harapan masyarakat. Seperti dialami masyarakat Dusun Perung, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa. Harapan mereka untuk menikmati jalan mulus beraspal pada Tahun 2020 ini seketika sirna. Sebab secara tak terduga, Proyek Peningkatan Jalan SJP—Perung sepanjang 1,60 kilometer tak dapat direalisasikan pada tahun ini. Meski proyek senilai Rp 4,89 miliar sudah masuk dalam daftar kegiatan Dinas PUPR Sumbawa Tahun Anggaran 2020.

amdal

Randy—warga Dusun perung, mengaku sangat kecewa tidak direalisasikannya pembangunan jalan menuju dusunnya pada Tahun 2020. Padahal sejak adanya informasi rencana tersebut, masyarakat menyambutnya dengan penuh antusias. Sebab sejak belasan tahun, jalan yang ada dalam kondisi rusak berat. Selain itu terdapat tanjakan yang cukup terjal dengan banyaknya kerikil yang terlepas serta lubang jalan yang menganga. Jika musim kemarau, jalan berdebu dan berbatu, dan ketika musim hujan licin dan berlumpur. “Dusun Perung ini hanya berjarak 5 menit dari Kota Sumbawa. Tapi kondisi jalannya seperti kondisi jalan di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota. Ini yang kami rasakan tidak adil,” tukasnya.

Ia menyambut positif respon pemerintah daerah yang memasukan pembangunan jalan Perung ke dalam program kegiatan Dinas PUPR. Bahkan sudah direncanakan untuk dilaksanakan Tahun 2020 ini. “Kami tidak salahkan pemerintah daerah tidak jadi melaksanakan proyek itu tahun ini. Karena memang situasi Covid. Kami berharap pemerintah dapat merealisasikannya tahun depan (2021),” pintanya.

Baca Juga  Tangani Jembatan Putus di Pamunga Menimbulkan Masalah
Lembah Perung, salah satu destinasi wisata

Harapan yang sama disampaikan Muis D. Pengelola wisata di Dusun Perung ini berharap pengerjaan jalan menuju Perung dapat segera diperbaiki. Perung ungkap Muis memiliki banyak potensi termasuk pariwisata. Hal itulah yang mendorong pihaknya untuk membangun sebuah destinasi dalam rangka mendukung potensi tersebut. “Meski jaraknya dekat, tapi karena jalan rusak, terasa jauh,” akunya.

Ia mengaku secara swadaya telah melebarkan, meratakan dan memadatkan jalan menuju Perung. Inisiatif ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan karena jalan rusak berbatuan. “Ketika jalan sudah bagus, kami yakin perekonomian masyarakat di Perung ini akan meningkat,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, H. Rosihan ST., MT yang ditemui beberapa waktu lalu, mengakui jika pengerjaan peningkatan jalan SJP-Perung, dipending. Sebenarnya, proyek tersebut sudah tercatat dalam daftar kegiatan dinasnya untuk dikerjakan Tahun 2020 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler sebesar Rp 4,89 Miliar. Tapi karena pandemic Covid-19 terjadi rasionalisasi anggaran, sehingga dana pusat untuk mengerjakan jalan itu batal dialokasikan.

Tidak hanya jalan ke Perung tapi banyak proyek jalan di tempat lain yang seharusnya dilaksanakan tahun ini juga terpending. Seperti hotmix jalan Dusun Talwa Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu, Jalan Batu Dulang—Tepal, Jalan Malili—Lengas, Jalan Hijrah—Labuan Kuris, dan Jalan Lantung Sepukur—Ropang. Terhadap hal ini ia berharap masyarakat bersabar dan memaklumi kondisi yang ada. Banyak program terpangkas akibat wabah covid ini. Namun demikian pihaknya tetap mengusulkan agar program-program yang terpending tahun ini bisa direalisasikan Tahun 2021. Pihaknya sudah mengkoordinasikannya dengan P2JN di Mataram. (JEN/SR)

iklan bapenda