Kapolda NTB Pembicara di Moeslim Influenscer Academy

oleh -11 views
bankntb

MATARAM, samawarea.com (26/10/2020)

Kapolda NTB menjadi pembicara dalam acara Pembukaan Moeslim Influencer Academy (MIA) bertema “Urgensi & Kontribusi Generasi Millenials Dalam Menjaga Ketertiban Medsos” yang digelar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Mataram di Gedung Graha Bakti Praja Mataram, Sabtu (24/10/2020). Selain Kapolda NTB hadir Direktur Center For Indonesia Reform, Presiden Al-Hikmah TV, Ketua KAMMI NTB, Ketua-ketua Cipayung Plus (HMI, GMKI, KMHDI, GMNI, PMKRI dan LMND) dan Ketua PW KAMMI NTB.

amdal

Dalam penyampaiannya Kapolda NTB mengatakan fenomena dunia yang berakhir dari otoriter, menjadi angin demokratisasi sampai ke Indonesia pada tahun 1998. Wajib kepada semua kementerian, lembaga dan entitas apapun harus berorientasi kepada kepentingan publik. “Media sangat luar biasa kekuatannya pada era saat ini sehingga kita juga harus berorientasi kepada media yang sehat karena media sosial dapat mempengaruhi media mainstream. Yang mendikte isu hari ini ialah media sosial. Oleh sebab itu kita harus kelola media sosial dengan cara idelaisme untuk kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

Terkait media sosial yang aktif pada era saat ini, terdapat 4 faktor hoax yaitu ekonomi, ideologi, provokasi, dan lelucon. Ia meminta semua pihak harus cerdas dan menjadi leading sector melakukan pengelolaan media sosial untuk mempererat kesatuan Republik Indonesia. Terkait hoax yang sering beredar luas di media sosial, terdapat beberapa cara untuk menangkal hoax tersebut yaitu dengan 4C (Cermati, Cek, Cari, dan Cepat).

Baca Juga  Sasar 29 TKP, Spesialis Curanmor Akhirnya Tertangkap

Generasi millenial sebagai harapan bangsa adalah sebagai Agen of Change. Perubahan menjadi pusat kemajuan bangsa, serta kepribadian bangsa juga harus dipertahankan dan integritas hati sebagai anak bangsa penting dijaga untuk memberikan perbaikan kepada seluruh masyarakat. Lanjut Kapolda, kontribusi milenial dalam era ini harus bijak dan selektif dalam menggunakan media sosial. Ikut serta sosialisasi dengan mengangkat isu positif, perbanyak interaksi dengan sesama, selalu berfikir positif dan konstruktif di media sosial, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu publik karena “Jempolmu adalah Harimaumu”. (SR)

iklan bapenda