Bangun Dermaga, Akses ke Pulau Moyo Digeser ke Saliper Ate 

oleh -257 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26/10/2020)

Penataan Destinasi Wisata Saliperate Kabupaten Sumbawa tidak hanya untuk menjadi daya tarik wisatawan, tapi juga sebagai pintu penyeberangan ke Pulau Moyo. Hal ini diungkapkan Kadis Pariwisata NTB, HL Moch Faozal saat Ground Breaking Penataan Destinasi Wisata Saliperate, Senin (26/10/2020) sore.

Untuk mendukung hal itu, ungkap Faozal, nantinya di perairan Saliperate akan dibangun dermaga. Para wisatawan yang ingin ke Pulau Moyo dapat melakukan penyeberangan dari Saliperate. Artinya, penyeberangan yang selama ini dilakukan di Pelabuhan Badas, akan digeser ke Saliperate. Ini dilakukan ungkap Faozal, sebagai respon atas keluhan wisatawan. Mereka merasa tidak nyaman saat penyeberangan karena disatukan dengan lokasi tempat bongkar muat barang. Karena itu penataan Saliperate harus dilakukan dan saat ini sedang berproses. Keberadaan Saliperate dan dermaga penyeberangannya juga mendukung event MotoGP Mandalika 2021. Diperkirakan sebanyak 150 ribu wisatawan dari berbagai negara akan datang ke Mandalika untuk menyaksikan event bergengsi tersebut. Tentunya mereka tidak hanya menikmati pertunjukan MotoGP tapi juga akan memanfaatkan moment itu untuk menikmati destinasi wisata di NTB termasuk di Sumbawa yaitu Pulau Moyo. “Seluruh akses ke Pulau Moyo melalui Saliperate. Ini kesempatan mereka menikmati Saliperate sebelum ke Pulau Moyo. Karena itu Saliperate harus ditata dengan baik,” tandasnya.

Sementara Kadis Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Rosmin Junaidi, penataan Saliperate ini akan tuntas Desember 2020. Saat ini dalam proses pengerjaan dan tidak ada kendala. Penataan destinasi wisata Saliperate ini menggunakan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 2,6 miliar. Selain itu ada dukungan dana dari Pemprov NTB sebesar Rp 400 juta, namun yang baru diberikan Rp 200 juta. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Hasil Empat Lembaga Survey, Mo—Novi Tertinggi