Setelah Jagung, Kini Labangka Penghasil Kopi

oleh -161 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25/10/2020)

Kecamatan Labangka tidak hanya dikenal sebagai daerah sentra jagung. Kini daerah tersebut sudah mulai dikenal sebagai penghasil kopi. Hal ini diketahui setelah Wartawan samawarea.com Biro Sumbawa Timur menemui petani kopi setempat, Sabtu (24/10).

amdal

Adalah Ovik Hardiansyah. Ia mengaku kopi di Labangka ini sudah ada sejak 20 yang tahun lalu. Namun baru kali ini terekspos. Tanaman kopinya awalnya dirintis oleh ayahnya Abdul Hasyim (Almarhum) bersama petani lainnya. Sepeninggal ayahnya, Ovik melanjutkannya. Sekarang di Labangka sudah terbentuk Kelompok Tani Kopi Tanah Merah Desa Sekokat Kecamatan Labangka. “Selama ini masyarakat hanya tau kopi di Kecamatan Batu Lanteh, dan kini dihasilkan dari wilayah Sekokat Labangka sejak 20-an tahun lalu,” kata Ovik.

Dijelaskannya, pohon kopi di Labangka ini berjenis liberika (Coffea Liberica) yang tumbuh di celah-celah pohon kayu hutan. Ada juga jenis Robusta (Coffea Canephora). Dan tanaman kopi ini memang sangat cocok tumbuh di dataran Labangka. Padahal sebelumnya, ayahnya bersama teman-temannya hanya mencoba. Ini hanya menepis anggapan bahwa kopi tidak dapat tumbuh di dataran rendah bersuhu panas. Ternyata, setelah ditanam di antara pepohonan, kopi tumbuh baik dan berbuah. “Luas tanaman Kopi milik Kelompok Tanah Merah ini sekitar 62 hektar,” sebutnya.

Namun demikian hanya sebagian warga yang mempertahankan tanaman kopi itu tumbuh subur. Sebagian lainnya memilih untuk menebangnya dan menggantikan dengan tanaman lain. Mengenai rasa kopi, Ovik mengaku bukan sebagai penggemar kopi. Karena itu ia menilai rasa kopi semuanya sama.

Baca Juga  Festival Pesona Bau Nyale, Tradisi Kebanggaan NTB

Ketua Kelompok Tani Kopi Tanah Merah, Rusdi menyatakan akan tetap menjaga keberadaan tanaman kopi di Labangka yang sudah berumur 20-an tahun. Ini dilakukan selain tetap memperoleh hasil dari tanaman kopi, juga untuk mencegah aksi perambahan hutan dengan motif menanam jagung. Upaya petani kopi ini mendapat respon positif dari pihak kehutanan Pemprov NTB. Saat itu pihak Kehutanan mengutus pejabatnya, Julmansyah S.Hut datang bersama KSPH Ampang Kampaja, untuk membantu pengembangan kopi dan penanaman alpukat di lahan warga tersebut. (BUR/SR)

iklan bapenda