Penguatan Pendidikan Keluarga di Tengah Era Globalisasi

oleh -124 views
bankntb

Oleh: Honsusi, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Samawa)

SUMBAWA BESAR (21/10/2020)

amdal

Pendidikan yang sangat utama atau yang paling awal dimulai dari keluarga dan dimulai sejak dini. Mulai dari kemampuan motorik seperti berbicara dan berjalan hingga perilaku sosial akan mulai dilatih oleh keluarga. Namun seiring perkembangan zaman khususnya teknologi informasi, menimbulkan berbagai tantangan yang tidak mudah. Pendidikan dalam lingkungan keluarga sangat penting karena di dalam keluarga inilah manusia memulai untuk memahami bagaimana seharusnya hidup dan bertindak berdasarkan nilai-nilai kehidupan.

Anur Rohim mengatakan “keluarga adalah institusi yang paling kecil dalam masyarakat, tetapi memiliki peran yang paling krusial terhadap pembangunan masyarakat”. Bagi anak, orangtua merupakan figur atau contoh yang akan selalu ditiru oleh anak. Untuk itu orangtua harus mampu memberi contoh yang baik pada anak-anaknya, memberi pengasuhan yang benar serta mencukupi kubutuhan-kebutuhan dalam batasan yuang wajar. Anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal apabila orangtua memainkan peranan yang benar dalam mendidik dan mengasuh anak.

Begitu juga dengan karakter seorang anak akan tumbuh dengan baik dengan campur tangan orangtua. Karena anak-anak yang berkarakter tidak akan mudah larut oleh budaya buruk dari luar. Juga akan menjadi anak yang berkepribadian baik, dan mereka sebagai aset generasi penerus bangsa di masa depan. Pendidikan sebagai suatu sistem yang memiliki tujuan untuk membentuk masyarakat Indonesia yang ideal tidak pernah luput atau terlepas dari pendidikan keluarga. Karena pendidikan dari keluarga sangat penting dalam pembentukan karakter seorang anak untuk menghadapi dunia atau zaman yang semakin global.

Pendidikan keluarga perlu diterapkan dan terus dijadikan pembiasaan dengan adanya pengembangan baik keluarga, sekolah, masyarakat serta dukungan dari pemerintah bahkan memberikan perhatian dan juga dukungan besar terhadap masalah pendidikan dalam keluarga. Pada era globalisasi ini telah banyak mengubah segalanya. Dimana beratnya persaingan hidup yang telah menyebabkan orang lupa memperhatikan kebutuhan anak karena sibuk mencari nafkah. Sementara perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan budaya luar baik atau buruknya mengalir begitu derasnya. Majunya informasi dan komunikasi beriringan dengan kemajuan teknologi tentu membawa dampak yang signifikan dalam sendi-sendi kehidupan. Hal ini membawa dampak pula dalam pengawasan dan bimbingan kepada anak-anak. Oleh karena itu anak-anak harus mendapat perhatian lebih dari orangtua.

Baca Juga  Ratusan Siswa SMAN 1 Plampang Antusias Latihan UNBK

Ruslan (2015) mengemukakan bahwa globalisasi dan modernisasi menimbulkan dampak luar biasa, yakni tergerusnya nilai-nilai budaya suatu bangsa”. Sejak dini pada anak perlu ditanamkan nilai-nilai moral. Dimana nilai moral sebagai pengatur sikap dan perilaku individu dalam melakukan interaksi sosial di lingkungan keluarga, masyarakat maupun bangsa. Maka dari itu kualitas masyarakat dapat dipengaruhi dari kualitas individu yang dibentuk dari keluarga.

Mengingat di era milenial ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan ini ternyata dapat mempengaruhi suatu budaya bangsa. Budaya yang memungkinkan menggerus dan melemahkan suatu ketahanan keluarga. Hal ini dilihat dari kacamata budaya orang tua, anak, dan pendidikan dimana terlihat dari tingginya angka perceraian, terbiasanya perilaku seks bebas, kejahatan anak di bawah umur, pemakaian narkoba bagi anak-anak, perdagangan manusia, terjangkitnya paham radikal kepada anak dan masyarakat, hingga berbagai pengaruh budaya seperti tidak adanya sikap hormat antar anak dan orang tua atau istri dan suami. Ini semua merupakan paham yang dapat mengendalikan ketahanan keluarga.

Dalam pendidikan era kekinian, orang tua harus bisa membimbing anak agar bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan bijaksana dalam menggunakan teknologi. Salah satu teknologi yang sering digunakan anak saat ini adalah gadget atau gawai yang bisa menggiring anak mendapatkan informasi-informasi negatif jika tidak diawasi orang tua. Gawai memiliki manfaat dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan, namun bisa menjadi sumber masalah besar jika orang tua tidak pandai memberikan batasan. Dengan demikian peran orang tua sangat besar untuk menjadi teman, pendidik, pendamping, teladan, sekaligus pengawas bagi anak di era kekinian.

Baca Juga  Buka Pildacil XIII, Bupati: Ayo Hidupkan Kembali Nuansa Keagamaan

Sebagian besar anak di wilayah perkotaan dengan perekonomian menengah ke atas mudah menangkap pendidikan dan mendapat sarana pendidikan yang serba lengkap. Namun hal ini sangat berbanding terbalik yang dirasakan oleh anak-anak Indonesia yang berada di wilayah pedesaan, khususnya daerah tertinggal atau pelosok. Sebagian besar perekonomian masyarakat daerah pedesaan masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan atau dipengaruhi ketimpangan infrastruktur, dan fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah.

Dengan kondisi tersebut berdampak pada kesejahteraan sosial, ekonomi, pendidikan dan skill masyarakat di pelosok desa. Dengan sarana pendidikan apa adanya, keluarga harus lebih menekankan pendidikan pada anak terutama pada anak usia remaja. Pada masa sekarang banyak sekali kenakalan remaja yang tidak berhenti dalam menghadapi arus globalisasi yang sangat miris pada penyalahgunaan akses internet di kalangan remaja. Remaja yang rusak akibat gagalnya orangtua dalam mendidik menanamkan nilai moral dan aqidah sejak dini, berujung masa remaja telah direnggut oleh arus globalisasi.

Oleh karena itu sebagai orangtua kita tidak boleh membiarkan generasi emas penerus bangsa rusak ditelan arus globalisasi modern yang mengikuti gaya kebarat-baratan. Maka dari itu pentingnya kesadaran keluarga dalam penanaman aqidah dalam membentuk mental yang kuat pada diri anak dalam menghadapi era modernisasi dan jangan biarkan remaja remaja Indonesia kehilangan cita-cita dan masa depannya. (*)

 

 

iklan bapenda