Mahasiswa UTS Garap Potensi Desa Tolo’oi

oleh -40 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22/10/2020)

Desa Tolo’oi merupakan salah satu dari 7 desa di Kecamatan Tarano, Sumbawa. Menjadi desa yang berada di ujung timur dan wilayah perbatasan dengan Kabupaten Dompu, menyebabkan desa ini belum pernah tersentuh oleh kegiatan dari kampus-kampus di Pulau Sumbawa, seperti program kuliah kerja nyata ataupun semacamnya. Padahal, perannya universitas adalah memberikan pendampingan dalam aspek transfer ilmu dan teknologi ke masyarakat desa. Karenanya melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik dan Program Merdeka (Membangun Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mengirimkan mahasiswanya ke seluruh desa di Kabupaten Sumbawa secara bertahap. Desa Tolo’oi menjadi salah satu desa yang masuk dalam wilayah garapan UTS untuk peningkatan potensi desa dan potensi lainnya.

Sebanyak 15 orang mahasiswa UTS mendapatkan lokasi di desa yang berjarak kurang lebih 148 KM dari Sumbawa ini. KKN yang mereka usung mengangkat tema ‘Psikologi dan Pendidikan Anak’. Karena melihat kondisi desa yang belum pernah tersentuh oleh program dari universitas, maka para mahasiswa menyasar untuk fokus ke hak dasar anak terlebih dahulu, yakni pendidikan. Pelaksanaan KKN yang telah dimulai sejak awal Bulan Oktober lalu, memberikan cukup banyak perubahan baik dari sisi antusiasme warga, aktifnya kegiatan pengajaran, dan adanya konseling psikologi bagi masyarakat. Pada Selasa (20/10/2020) Wakil Rektor III UTS bersama tim melakukan kunjungan sekaligus monitoring program yang sejauh ini telah dijalankan oleh para mahasiswa.

Baca Juga  Gelar Presean, IKLS Hibur Masyarakat Selama 10 Hari

Khotibul Umam, M.Sc selaku Wakil Rektor III menyatakan sangat bangga dengan semangat mahasiswa yang mau menyapa dan berbagi keilmuannya di masyarakat yang jauh dari kampus. Perjalanan yang panjang dan akses komunikasi yang agak sulit ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk berbagi dan menjalankan programnya. “Inilah pengabdian dari kampus yang sebenarnya ke masyarakat,” ujar Umam.

Sementara Ketua Kelompok KKN Desa Tolo’oi dalam lawatan tersebut mengemukakan alasan memilih Desa Tolo’oi karena kebutuhan dari warga desa melalui Kades setempat yang berharap adanya sentuhan pihak kampus. “Memang kami sudah berkomunikasi sebelumnya dengan desa melalui salah satu anggota tim yang merupakan penduduk asli di sini. Kedepannya kami akan mengembangkan potensi Jambu Mete dan Pakan Ternak setelah settle untuk bidang pendidikannya,” pungkas Nabil–Mahasiswa Informatika UTS, seraya berharap peran para mahasiswa dalam menjalankan program dari kampus meski harus ke lokasi-lokasi yang jauh dan belum tersentuh pihak luar akan menjadi jalan untuk kemajuan desa di masa berikutnya. (SR)

iklan bapenda