Keberatan PHK Tanpa Pesangon, Eks Pekerja Tikam Utusan Perusahaan

oleh -356 views
bankntb

DOMPU, samawarea.com (22/10/2020)

Frid G Awola—utusan PT Nawakara Perkasa Nusantara (PT NPN) harus dilarikan ke RSUD Dompu, setelah dua tikaman senjata tajam jenis belati menembus bahunya, Rabu (21/10/2020) malam sekitar pukul 18.30 Wita. Frid nyaris dihabisi, beruntung bisa menyelamatkan diri dengan cara kabur ke Polsek Pajo. Dalam waktu singkat, dua orang terduga pelaku diringkus Tim Puma Polres Dompu. Keduanya adalah RS (37) dan JM (42) eks karyawan NPN yang berasal dari Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

Kapolres Dompu melalui Paur Subbag Humas, AIPTU Hujaifah dalam keterangan persnya menyebutkan, kasus penganiayaan itu terjadi di depan pintu masuk PT STM, Kecamatan Hu’u. Berawal dari ketidakpuasan terduga karena permintaannya tentang pesangon dari PT. Nawakara Perkasa Nusantara tidak dikabulkan berhubung terduga di PHK karena melakukan penganiayaan terhadap salah satu karyawan. Senin 19 Oktober 2020, korban yang mewakili pihak PT menemui terduga guna mendengarkan permintaan terduga tentang gaji sisa kontrak, pembayaran sisa gaji bulanan, uang sisa kontrak dan uang bipartit sesuai permintaan terduga. Kemudian korban menjanjikan akan menemui terduga dua hari lagi setelah berkoordinasi dengan pihak PT. Dari hasil rapat, pihak PT memutuskan tidak memenuhi permintaan terduga, melainkan hanya memberikan uang kebijakan dan uang bipartit yang dihitung secara Prorata. Pembayaran kontrak dan gaji yang diminta terduga sudah tidak berlaku karena sudah berstatus di PHK dan sesuai surat perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Baca Juga  Ngaku dari Perusahaan Finance, Begal Motor di Jalan

Dengan mengendarai mobil, korban memenuhi janjinya pada Hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020 sekitar pukul 08.30 Wita untuk menyampaikan hasil rapat PT kepada korban. Selanjutnya korban bersama salah satu karyawan hendak menemui terduga yang berada di PT. STM untuk menjelaskan kebijakan PT Nawakara Perkasa Nusantara. Setibanya di depan pintu masuk PT. STM, korban yang masih berada di mobil langsung dihampiri oleh terduga yang kebetulan kaca mobil dalam keadaan terbuka. Seraya mengeluarkan sebilah belati, terduga menyerang korban dengan dua kali tikaman, hingga mengenai punggung sebelah kiri dan lengan kanan korban. Serangan mendadak itu membuat korban dan temannya berusaha menyelamatkan diri, mengemukan mobil menuju arah Polsek Hu’u. Namun terduga bersama temannya berinisial JM melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor. Akhirnya korban berbelok menuju Dompu dan akhirnya mengamankan diri ke Polsek Pajo. Melihat korban terluka dan berdarah, pihak Polsek melarikan korban ke RSUD Dompu.

Mengetahui adanya insiden tersebut Kasat Reskrim Polres Dompu, IPTU Ivan Roland Cristofel S.T.K memerintahkan Tim Puma untuk segera melakukan penyelidikan dan menangkap terduga. Dua terduga ditangkap di pesisir Pantai Lakey, dan kini sudah diamankan di Mapolres Dompu guna proses hukum lebih lanjut. Terduga dijerat pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (SR)

iklan bapenda