2.477 Mahasiswa Asing 82 Negara Berebut Beasiswa UTS-GAS Program

oleh -226 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21/10/2020)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kini telah dikenal lebih luas hingga ke penjuru dunia. Salah satunya melalui program inovasi UTS Global Ambassador Scholarship atau yang lebih dikenal dengan nama U-GAS Program. Kampus yang terletak di kaki Bukit Olat Maras ini telah mampu menarik sebanyak 2.477 mahasiswa asing yang mendaftar beasiswa U-GAS Program dan tersebar di 82 negara. Pendaftaran secara administratif dimulai sejak Juli 2020 hingga pertengahan Agustus 2020. Program ini merupakan salah satu implementasi dari slogan UTS yaitu “membumi dan mendunia”.

amdal

Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D, Selasa (21/10) mengatakan, program tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat global untuk berinteraksi dengan budaya, masyarakat, dan dinamika lokal khususnya di dunia pendidikan tinggi di wilayah timur Indonesia. Ini adalah sumbangsih kecil UTS dalam soft diplomacy Indonesia di tataran global. Selain itu, program ini adalah sebuah usaha untuk memperluas jangkauan globalisasi ke wilayah timur Indonesia yang pada akhirnya membawa UTS ke arah internasionalisasi dalam pendidikan tinggi.

Secara bertahap, ungkap Bang Irul akrab Rektor muda ini disapa, U-GAS Program bersama-sama dengan program serupa yang diadakan oleh universitas-universitas besar di dunia memperluas jangkauan mobilisasi mahasiswa internasional dalam pendidikan tinggi yang pada akhirnya membawa UTS dan masyarakat di sekitarnya terlibat dalam interaksi global.

Baca Juga  Akhirnya Oknum Guru ‘Cabul’ Ditahan Polisi

Untuk diketahui, U-GAS merupakan beasiswa dari Universitas Teknologi Sumbawa untuk para mahasiswa asing yang akan menempuh pendidikan mereka secara penuh di UTS, 4 tahun untuk program S1 dan 2 tahun untuk S2. Program beasiswa ini merupakan inovasi dari Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D, yang dilaksanakan oleh Direktorat Kerjasama Luar Negeri sebagai eksekutor dan didukung oleh Direktorat Akademik terkait  kurikulum untuk kesukesan perkuliahan nantinya.

UTS menawarkan program beasiswa penuh yang mencakup transportasi, akomodasi, uang kuliah dan uang saku untuk para mahasiswa asing yang telah lolos seleksi administrasi dan wawancara. Beasiswa penuh tersebut diberikan kepada 21 mahasiswa yang tersebar diseluruh program studi, dengan rincian 14 orang untuk Program Sarjana dan 7 orang untuk Program Magister.  Selain itu, UTS juga menawarkan beasiswa partial yang hanya mencakup uang kuliah dan skema pembiayaan mandiri bagi calon mahasiswa asing yang memenuhi kriteria. Para mahasiswa asing yang telah diterima akan datang ke UTS untuk belajar selama 4 tahun untuk program Sarjana dan 2 tahun untuk program Magister. Mahasiswa-mahasiswa tersebut berasal dari negara dan Benua yang berbeda.

Dengan demikian, UTS merupakan satu- satunya universitas di Nusa Tenggara Barat bahkan di Indonesia yang menerima mahasiswa asing dengan skema program tersebut. Pada tanggal 4 Oktober 2020 dua dari mahasiswa asing yang diterima di UTS telah sampai di UTS dan tinggal di asrama UTS. Dalam situasi Covid-19, para mahasiswa asing yang telah sampai di UTS ini harus menjalankan karantina mandiri selama 2 minggu.

Baca Juga  Mahasiswa UTS KKN ke Taiwan

Lanjut Bang Irul, bahwa Program U-GAS akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan UTS dan Pulau Sumbawa. Program ini menjembatani serta akan memberikan banyak inovasi terhadap kemajuan pulau Sumbawa. Dengan adanya mahasiswa asing di UTS akan membantu promosi Pulau Sumbawa beserta kearifan lokal dan adat istiadatnya. Selain itu, diharapkan dengan adanya para mahasiswa asing tersebut akan mampu membawa dampak globalisasi khususnya di Pulau Sumbawa secara cepat dan menyeluruh secara positif. (SR)

iklan bapenda