Tidak Cukup Bukti, Bawaslu Hentikan Penanganan Dugaan Tipilu Anggota DPRD

oleh -482 views
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sumbawa, Ruslan, S.Pd (foto ini diambil sebelum Pandemi Covid)
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19/10/2020)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa menghentikan penanganan dugaan tindak pidana pemilu (Tipilu) dengan terlapor Gahtan Hanu Cakita—anggota DPRD Sumbawa yang dilaporkan Ketua Tim Pasangan Talif-Sudir. Dihentikannya penanganan laporan ini karena tidak cukup bukti untuk dinaikkan ke tahap penyidikan. “Dalam penanganan laporan, kami sudah melakukan pembahasan pertama dan kedua. Kesimpulan kami, tidak cukup bukti untuk dinaikkan ke tahap penyidikan,” ungkap Ruslan, S.Pd–Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sumbawa, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (19/10).

Dalam analisa jajarannya, kata Ruslan, laporan tersebut bukan merupakan pelanggaran Pilkada yang mengarah ke Tipilu. Ini didasarkan dari SE 058 yang terbaru bahwa penanganan postingan konten kampanye di media sosial yang sifatnya menghasut dan menfitnah, untuk disampaikan kepada pihak berwenang. Artinya, tidak menjadi ranah penanganan Bawaslu melainkan pihak lainnya yang berwenang. Selain itu akun facebook Aan Gaitan yang memposting status yang diduga berbau fitnah ini bukan akun kampanye atau bukan akun yang terdaftar, sebagaimana pasal 47 PKPU No. 11 Tahun 2020. “Jadi tidak bisa dikenakan tindak pidana pemilu. Sehingga menjadi ranah institusi lain yang menangani. Dan itu juga sudah ditangani pihak kepolisian,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, munculnya laporan terhadap anggota DPRD Sumbawa ini setelah postingannya di facebook yang menyinggung salah satu pasangan calon. Postingan tertanggal 2 Oktober pukul 11.35 Wita ini, mendapat tanggapan beragam dari sejumlah pihak termasuk calon yang merasa disinggung. Karena itu tim dari paslon tersebut mengambil langkah hukum, tidak hanya melaporkannya kepada pihak kepolisian, tapi juga Bawaslu Sumbawa. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Gara-gara Percikan Air, Seorang Mahasiswa Babak Belur