Susun Kurikulum Merdeka dan RIP, FEB UTS Libatkan Pelaku Usaha dan Pemda

oleh -42 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19/10/2020)

Perguruan tinggi pada dasarnya dibangun sebagai mercusuar ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat diperlukan sebagai penyusun batubata peradaban. Sebuah universitas diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat melalui kegiatan tridharma yaitu kegiatan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sayangnya, kebanyakan universitas di Indonesia sering menjadi menara gading yang mewah sendiri, namun berjarak dengan realitas yang dihadapi masyarakat.

amdal

Menyadari hal tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UTS) berusaha untuk melibatkan stakeholders, mulai dari para pelaku usaha, perbankan, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten, media massa, dan juga pelaku UMKM dalam proses penyusunan kurikulum Program Studi dan Rencana Induk Penelitian (RIP) FEB UTS. Upaya ini dikemas dalam kegiatan Workshop Tridharma Perguruan Tinggi di Grand Hotel Sumbawa, 15 Oktober lalu. “Kami melaksanakan kegiatan ini untuk memastikan bahwa FEB UTS tidak berjalan sendiri dalam melaksanakan kegiatan tridharma, kami ingin setiap aktifitas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen FEB UTS itu sejalan dan sesuai dengan kebutuhan dan realitas masalah yang dihadapi oleh masyarakat,” ungkap Muhammad Nurjihadi, Dekan FEB UTS dalam sambutannya.

Rektor UTS yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa forum tersebut dihajatkan untuk menyerap banyak masukan dari stakeholders sebagai wujud pelaksanaan kebijakan Kampus Merdeka di UTS. UTS selama ini lanjut Rektor, sudah berusaha untuk mensinergikan kegiatan tridharma perguruan tinggi dengan berbagai pihak, termasuk dengan pelaksanaan program Merdeka (Membangun Desa Untuk Kesejahteraan Rakyat) yang merupakan program pembinaan desa oleh UTS dengan mengerahkan ratusan mahasiswa dan dosen secara intensif ke desa-desa binaan. Hal ini juga wujud dari pelaksanaan misi membumi dan mendunia yang menjadi filosofi pengembangan UTS semasa kepemimpinan Rektor Chairul Hudaya.

Baca Juga  Prospek Penerapan Teknologi Nano Dalam Pertanian dan Pengolahan Pangan di Indonesia

Kegiatan ini disambut sangat baik oleh stakeholders yang hadir. Dr. Deddy Heribowo yang mewakili Bappeda Kabupaten Sumbawa mengapresiasi inovasi kurikulum yang dibuat oleh Prodi FEB UTS. “Kami sangat senang melihat struktur mata kuliah yang ditawarkan di FEB UTS dalam kurikulum yang baru ini. Kurikulum ini telah mengakomodir perkembangan teknologi, perubahan sosial masyarakat, baik secara global, nasional, maupun lokal yang menunjukkan luasnya wawasan dan kemampuan inovasi FEB UTS dalam menyusun kurikulum,” ungkap Doktor Deddy.

Ini juga dikuatkan oleh peserta workshop lainnya seperti Kepala Dinas DPMPDes, Varian Bintoro, pimpinan cabang BNI, BRI, Bank NTB Syariah, hingga perwakilan Kantor Pajak Pratama (KPP) Kabupaten Sumbawa.

Adapun untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, para peserta workshop menyarankan agar FEB UTS berfokus pada isu-isu yang berkaitan dengan desa seperti pengelolaan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan dan energi terbarukan berbasis pasar. “Alhamdulillah kami mendapat banyak masukan penting hari ini, insyaAllah kami punya dosen-dosen hebat yang kompeten, berbakat, muda, energik, dan idealisme tinggi yang akan melaksanakan hasil dari workshop hari ini,” sambung Muhammad Nurjihadi, Dekan FEB UTS dalam closing statementnya. (SR)

iklan bapenda