Gantikan Pemimpin yang Gagal, Butuh Pemimpin Baru untuk Sumbawa Maju

oleh -259 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16/10/2020)

Kabupaten Sumbawa saat ini membutuhkan pemimpin baru. Pastinya pemimpin yang membawa Sumbawa maju. Pasalnya pemimpin saat ini terbilang gagal. Demikian diungkapkan Andi Rusni—Ketua Tim Relawan Pasangan Jarot –Mokhlis dalam suatu kesempatan.

iklan bapenda

Menurut Andis—sapaan akrab mantan Anggota DPRD Sumbawa ini, bahwa PAD Sumbawa kini tidak melonjak signifikan. Padahal ketika zaman Drs. H. Jamaluddin Malik (JM) menjadi Bupati Sumbawa selama dua periode APBD dan PAD-nya meningkat tajam. Periode pertama APBD dari Rp 300 miliar menjadi Rp 1,6 Triliun dan PAD dari Rp 14 miliar menjadi Rp 200 miliar. Kini APBD Sumbawa hanya Rp 1,7 triliun. Artinya pemimpin yang menjabat saat ini berjalan ditempat dan terkesan tidak bekerja. Sifatnya hanya rutinitas tanpa adanya inovasi, serta selalu mengandalkan anggaran APBD untuk pembangunan. Seharusnya menurut Andis, APBD Sumbawa hari ini sudah mencapai Rp 1,9 Triliun atau Rp 2 Triliun. “Jadi sudah saatnya pemimpin kita hari ini harus kita ganti dengan yang baru. Karena telah gagal. Dan yang gagal itu tak perlu dipertahankan apalagi dilanjutkan,” tegasnya.

Untuk Sumbawa yang lebih maju, menurut politisi Gerindra ini, dibutuhkan pemimpin yang baru, enerjik, sehat dan memiliki jaringan yang luas. Semua criteria itu ada pada pasangan Jarot–Mokhlis. Selain visi- misinya sangat jelas dan mudah dipahami masyarakat.

Pasangan bernomor urut 5 ini ungkap Andis, sifat pemimpin sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW Yaitu siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fatonah (cerdas, pintar) dan tabliq (mampu menyampaikan kebenaran). Jarot-Mokhlis juga perpaduan yang sangat cocok dan tepat sebab mewakili geopolitik Sumbawa, insinyur pertanian, magister dari Perguruan Tinggi terkemuka yaitu IPB dan UGM. Paling penting lagi, keduanya sehat jasmani dan rohani. Untuk memimpin membutuhkan strong leader maupun strong leadership. Mengapa demikian, karena pemimpin yang kuat dimulai dari mereka yang sehat. “Jika pemimpin itu sakit maka kita akan kehilangan arah dan semangat juang dalam membangun daerah dan bangsa kita,” katanya.

Baca Juga  Launching GSP, KPU Sumbawa Gelar Gerak Jalan Pemilihan Serentak 2018

Jarot—Mokhlis juga memiliki networking (jaringan) yang kuat dan luas. Sebab dengan hal tersebut akan membuat daerah lebih maju dan akselerasi pembangunan berjalan cepat. Jaringan yang luas dan kuat juga akan mendatangkan uang bagi daerah ini. Sebab, jika banyak anggaran maka tidak ada lagi GTT/PTT yang berteriak dan menangis ke DPRD atau Kantor Bupati Sumbawa karena tidak mendapatkan pengakuan dan jerih payah atas pengabdiannya. “Intinya program kerja Jarot–Mokhlis sangat bagus dan sesuai dengan kebutuhan daerah yang ingin maju, misalnya industrialisasi sektor pertanian dan perikanan serta sektor- sektor lainnya,” demikian Andis. (SR)

iklan bapenda