Syamsi: Tidak Benar Bawaslu Stop Kunker Gubernur !

oleh -225 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14/10/2020)

Kunjungan kerja Gubernur NTB ke Kabupaten Sumbawa dipersoalkan sejumlah pihak. Ada yang menilai kunker tersebut berlatar politik dan untuk kepentingan salah satu paslon di Pilkada Sumbawa. Bahkan secara terang-terangan media cetak lokal meliris hasil Rakor Bawaslu Sumbawa yang secara tegas menyetop kunker Gubernur ke Sumbawa.

iklan bapenda

Dikonfirmasi hal itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa, Syamsi Hidayat S.IP yang dicegat usai menghadiri Acara “Duduk Bersama Menuju Pilkada Damai dan Sehat” di Polres Sumbawa, Rabu (14/10) sore, meluruskan pemberitaan yang menyatakan bahwa pihaknya menyetop Kunker Gubernur. Menurut Syamsi, berita itu tidak benar karena tidak pernah ada keputusan ataupun kesimpulan dari rapat tersebut yang menyatakan menyetop Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur NTB khususnya di Kabupaten Sumbawa. Bahkan pihaknya tidak pernah memberikan pernyataan pers sebagaimana yang dirilis salah satu media cetak lokal. Bawaslu kata Syamsi, tidak memiliki alasan untuk menyetop Kunker orang nomor satu di NTB itu. Sebab dari pengawasan jajarannya di lapangan sampai saat ini, belum menemukan ada pelanggaran dalam Kunker tersebut ataupun indikasi mengkampanyekan salah satu paslon. Jika ada indikasi, tentunya Bawaslu tidak tinggal diam dan akan mengambil tindakan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. “Sampai saat ini tidak ada pelanggaran dan belum juga adanya indikasi,” tegas Syamsi.

Baca Juga  Puluhan Miliar Proyek Peningkatan Jalan Ditangguhkan, PUPR Sumbawa Temui P2JN

Namun demikian, sebagai antisipasi adanya kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, Syamsi memberikan saran kepada Gubernur agar saat Kunker dapat menghindari hal-hal yang mengarah ke dukungan salah satu paslon. Ini sebagai upaya pencegahan dari Bawaslu mengingat Gubernur juga bagian dari Tim Pemenangan salah satu paslon di Pilkada Sumbawa. “Kalau Kunker, betul-betul murni program atau kegiatan gubernur, jangan sampai memanfaatkan momen untuk paslon tertentu. Ini saja saran kami sebagai upaya pencegahan,” ujar Syamsi yang mengaku akan menyurati Gubernur untuk mengingatkannya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda