Pempus dan Pemprov Serius Dukung Pengembangan Desa Super Prioritas Mandalika

oleh -16 views
bankntb

LOMBOK UTARA, samawarea.com (10/10/2020)

Tiba di Dusun Kerujuk, Pemenang Barat, Lombok Utara, kurang lebih pukul 14.30, Jum’at (9/10/20). Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalillah berjalan sembari disuguhkan pemandangan hamparan sawah hijau menuju lokasi acara. Wagub NTB saat itu menghadiri acara Pengembangan Desa Wisata Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika. Menurut orang nomor dua di NTB itu bahwa sehat adalah modal utama dalam bekerja, beribadah dan bekerja. Tanpa sehat seseorang tidak bisa melakukan apa-apa. Pandemi Covid-19 ini mengajarkan bahwa sehat adalah prioritas utama dalam hidup. Karena itu tak bosan Wagub NTB mengingatkan saat mengawali arahannya, untuk terus dan selalu menggunakan masker.

amdal

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB, sangat berharap Dusun Kerujuk bisa lebih disiplin lagi. Dalam dunia pariwisata, hal yang paling dibutuhkan adalah selain keindahan tentunya keamanan dan kenyamanan. “Mereka mau datang ketempat yang orangnya sehat-sehat, maka dari itu desa wisata harus dibenahi kerukunan kesehatannya,” tutur Umi Rohmi.

Mengacu pada Misi NTB yang keempat NTB Asri dan Lestari, dan misi kelima NTB Sejahtera dan Mandiri, Umi Rohmi terus meyakinkan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir agar tetap berjalan. Desa wisata harus mampu menjadi contoh, mulai dari pengelolaan sampahnya, agar sampah dapat menjadi berkah bukan menjadi sebuah musibah. “Kalau desa kita indah, aman, masyarakatnya guyub, sampahnya diolah dengan baik, bersih, orang-orangnya sehat. Insya Allah orang dari belahan dunia manapun akan berlomba-lomba datang ketempat kita,” tambah Umi Rohmi.

Umi Rohmi juga menambahkan desa wisata harus memiliki posyandu yang bagus. Di NTB program posyandu dimaksimalkan menjadi posyandu keluarga, yakni tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil tapi sampai lanjut usia. Jika di NTB lebih memilih hidup aman dan produktif, maka syaratnya adalah tetap perhatikan Protokol Covid-19. “Pakai masker, biasakan nyaman dengan masker, dimanapun dengan masker kita tetap bisa bicara dan komunikasi. Berikan contoh kepada masyarakat, untuk Pokdarwis saya ucapkan selamat, tapi ingat jangan kufur nikmat, kita harus lebih menjaga kepercayaan itu,” imbuhnya.

Baca Juga  Tangani Bank NTB, Polres Minta Bantuan Mabes

Menutup arahannya Wagub mengajak untuk bekerja keras. Menurutnya apa yang sudah dilakukan saat ini berada pada jalan yang benar, yaitu dengan menjaga lingkungan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. “Anak-anak NTB hebat-hebat, bisa bikin mesin dan sudah dibuktikan, sekarang sudah dihasilkan oleh anak NTB dan digunakan oleh orang NTB,” puji Wagub, seraya meminta untuk terus semangat agar ekonomi membaik, tetap patuhi protokol Covid. Tanpa keamanan tamu sulit datang. Diharapkan Covid segera berlalu sembari meningkatkan SDM, belajar terus, saling kolabrorasi, dan selalu berjuang.

Sementara Plt Bupati Lombok Utara diwakili Asisten Administrasi Umum Setda KLU, Evi Winarni mengucap terimakasih atas perhatian pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi NTB. Dusun Kerujuk memang menjadi salah satu destinasi wisata yang akan dikembangkan dan hal ini tak dapat dilakukan sendiri, tanpa bantuan pemerintah pusat dan provinsi. Pada hari ini juga Desa Kerujuk masuk dalam salah satu destinasi wisata yang harus dikembangkan dalam mendukung Desa Super Prioritas (DSP) Mandalika. Harapan ini kembali muncul setelah Lombok ditimpa musibah gempa bumi, dan menjadi semangat bagi seluruh masyarakat di Dusun Kerujuk. Evi juga berpesan untuk selalu menjaga kelestarian alam dan kearifan lokal daerah. “Jangan tinggalkan apa yang menjadi kearifan lokal kita, kami sangat berbesar hati atas kunjungan ini, Insya Allah kunjungan ini nantinya berdampak positif bagi pembangunan masyarakat kami baik secara ekonomi, sosial dan budaya,” ucapnya.

Baca Juga  Besok, Pintu Masuk dan Keluar Kecamatan Lunyuk Ditutup

Sebelumnya saat yang sama Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, MH mengatakan, DSP bukan hanya satu lokasi saja tapi harus seluruh Lombok, Hari Santosa ingin para turis mancanegara memilih menghabiskan waktu mereka atau Land Of Stay di desa-desa juga. Saat ini, Hari Santosa menambahkan promosi destinasi wisata berbasis CHSE, yakni Cleanliness, Health, Safety and Environment. Pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemulihan pariwisata nasional. “Bu Wagub saya mau lapor, saya datangi beberapa desa di sini, saya confidence mereka siap, tolong pertahankan, tingkatkan dan bantu pemerintah pusat dan Lombok siap jadi Destinasi Super Prioritas dan siap memajukan Lombok dan Indonesia,” pungkasnya.

Tak hadir sendiri, Hari Santosa bersama bersama Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Drs. Samsul Widodo, MA, Deputi II Bidang Pembangunan Manusia Kantor Staf Presiden Abet Nego Tarigan, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf Dr. Wawan Gunawan, S.Sn., MM. Pada acara tersebut juga diserahkan sertifikat CHSE kepada empat desa wisata, yaitu : Desa Wisata Sade, Desa Wisata Kembang Kuning, Desa Wisata Senaru, Desa Wisata Kerujuk. Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan acara serah terima pemberian dukungan Pengembangan Destinasi Islamic Center juga bantuan fasilitas kebersihan untuk Desa Wisata Kerujuk. (SR)

iklan bapenda