Sambirang: Track Record OMI Bagus, Hasil Surveynya Bisa Dipertanggungjawabkan

oleh -27 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9/10/2020)

Olat Maras Institute (OMI) telah membocorkan hasil survey Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. Dalam survey OMI Periode September 2020 ini, menyebutkan pasangan Mo—Novi memiliki elektabilitas tertinggi dengan raihan 36,3%. Disusul Talif Sudir 24,5%. Berikutnya pasangan Husni—Iksan 11,8% selisih tipis dengan rivalnya, Jarot—Mokhlis 11,7%. Berada di urutan buncit pasangan Nur-Salam 6,3%. Masih rahasia 1,1% dan tidak menjawab 8,3%. Survei tersebut menggunakan metode Multistage Random Sampling yang tersebar secara proporsional di tiap desa hingga TPS, dengan margin of error 2,6%, tingkat kepercayaan 95% dan mendapatkan responden sejumlah 1.200 responden. Survey ini mendapat tanggapan beragam dari sejumlah pihak. Bahkan ada beberapa yang menilai survey itu rekayasa dan pesan sponsor. Ada juga yang mempercayai survey tersebut mengingat OMI merupakan lembaga survey yang dianggap kredibel dan sudah membuktikan keakuratan surveynya pada Pilgub 2018 dan Pileg 2019.

iklan bapenda

Ketua Tim Pemenangan Mo—Novi, Sambirang Ahmadi S.Ag., M.Si kepada samawarea.com, Jumat (9/10) meyakini hasil survey OMI tersebut. Ini sangat dirasakan juga dari penerimaan masyarakat terhadap pasangan bernomor urut 4 di setiap silaturahim yang dilakukan langsung pasangan calon di berbagai tempat dan saat ini sudah 80 persen desa se-Kabupaten Sumbawa yang dikunjungi. “Rekan-rekan OMI, dan Mas Mifta Cs, tidak mungkin membunuh kredibilitasnya sendiri. Mereka sudah beberapa kali survey dan track recordnya bagus. Sekali mereka keluarkan rilis abal-abal maka selamanya tidak akan dipercaya. Mereka sekarang bukan hanya melakukan survey untuk Pilkada Sumbawa saja, tapi di semua daerah dimana PKS ikut serta dalam Pilkada, seperti di Lombok Tengah dan Mataram,” kata Sambirang—akrab politisi PKS yang kini menjabat Ketua Komisi II DPRD NTB.

Baca Juga  Siswi SMAN 1 Sumbawa Juara Olimpiade Pasar Modal

Menurut Sambirang, ada beberapa survey yang hasilnya berbeda, merupakan hal yang biasa. Secara akademis itu dimungkinkan. Tinggal masyarakat jeli melihat jumlah respondennya dan margin of errornya. “Jika margin of erornya lebih besar dari selisih perolehan suara masing-masing paslon, maka hasil akhirnya bisa jadi terbalik. Intinya kami positif saja terhadap setiap respon publik dan juga kritik-kritik,” tandasnya, seraya menyatakan akan menjadikan hasil survey OMI ini evaluasi dan memantapkan langkah untuk terus bergerak hingga 9 Desember 2020 mendatang. (SR/Advertorial)

iklan bapenda