Bawaslu Sumbawa Temukan Banyak Pelanggaran Kampanye Paslon

oleh -11 views
bankntb

“Satu Jam Bersama di Pojok Rungan Samawa”

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/10/2020)

amdal

Kepolisian Resort Sumbawa (Polres Sumbawa) menggelar diskusi Pilkada Sehat di masa pandemi covid-19, pada Rabu malam (07/10/2020) di aula Sumbawa Grand Hotel. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra S.IK., Dandim 1607 Sumbawa Letkol Kav Rudi Kurniawan, S.Sos.M.tr (Han),Kajari Sumbawa Iwan Setiawan, SH M.Hum, Staf ahli Bupati Ir. H. Zulkifli, Ketua KPU Sumbawa M. Wildan, M.Pd bersama Komisioner, Ketua Bawaslu Sumbawa, Syamsi Hidayat, S.IP, Paslon dan tim sukses masing-masing. Kegiatan tersebut diawali dengan pemutaran selayang pandang tentang pelanggaran Pilkada di wilayah Kalimantan Barat yaitu keterlibatan ASN, launcing lomba kampanye sehat di NTB, dan komitmen bersama seluruh Paslon mematuhi protokol kesehatan Covid 19. Selanjutnya, pemutaran video pelanggaran kampanye masing-masing Paslon oleh Bawaslu Sumbawa.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsi Hidayat, S.IP., mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan guna mengulang kembali tentang kegiatan kampanye selama 10 hari ini. Ia mengaku, banyak ditemukannya pelanggaran kampanye oleh Paslon dan telah dilakukan peneguran. “Kami meminta kepada seluruh Paslon agar lebih taat tentang aturan kampanye dan taat dengan protokol kesehatan untuk keselamatan kita semua,” pinta Syamsi.

Dikatakannya, dalam hal melakukan kampanye agar dilengkapi dengan STTP dan jika dalam pengumpulan orang tidak dilengkapi dengan STTP maka pihaknya berhak menegur bahkan membubarkan. “Terkait dengan kampanye di media cetak yang dimulai tanggal 22 November, kami melakukan pemantauan dan bekerja sama denga media cetak dan elektronik,” tegas Ketua Bawaslu Sumbawa.

Baca Juga  Comot HP di Counter, Dua Pelaku Nyaris Dihakimi Massa

Hal senada dikatakan Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra S.IK, bahwa selama 10 hari berjalan tahapan kampanye, pihaknya mengapresiasi seluruh Paslon telah menjaga Kamtibmas. Terkait hasil evaluasi dari Bawaslu, Kapolres berharap dapat menjadi bahan evaluasi bersama baik Paslon, pihak keamanan, maupun Panwas. Namun yang paling ditekankan adalah tentang Lomba Kampanye Sehat. “Kegiatan kampanye sehat akan diranking dan diberikan hadiah bagi pemenangnya. Terhadap adanya pelanggaran kampanye, kami melalui Tim Gakumdu akan melakukan gelar pada setiap pelanggaran sehingga dapat ditentukan jenis pelanggaranya yaitu Tipilu atau pidana,” terang Kapolres Sumbawa.

Menanggapi hal tersebut, Paslon Nomor 1, Calon Wakil Bupati Dr. H.M. Ikhsan, MPd mengaku bahwa Paslon Husni-Ikhsan sebelum kampanye melakukan konsolidasi tentang protokol kesehatan sehingga mereka tidak mendapatkan teguran. Pihaknya sangat patuh terhadap protokol kesehatan. “Paslon nomor 1 yang pertamakali menggunakan kampanye dengan metode Daring,” tukasnya.

Tim Paslon No. 5 pasangan Jarot-Mokhlis yang diwakili Ketua Tim Relawan Andi Rusni, SE M.Si mengatakan, sejak dilaksanakannya kampanye, Paslon nomor 5 telah mematuhi protokol kesehatan dan pihaknya yakin bahwa seluruh Paslon bersama Timnya telah melakukan protokol kesehatan serta menyediakan masker untuk simpatisan dan pendukungnya. “Perlu adanya komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas daerah,” imbau Andi Rusni.

Paslon No. 3, Calon Bupati Ir. Talifuddin, M.Si mengatakan, masing-masing wilayah banyak ditemukan masyarakat yang tidak memakai masker. Pihaknya telah menyediakan masker untuk dibagikan. “Selama kampanye belum pernah dilakukan peneguran oleh Panwas, karena kami patuh dengan protokol kesehatan,” tegas Talif.

Baca Juga  32.129 Rumah Rusak Akibat Gempa Lombok Sudah Diverifikasi, Sumbawa Belum

Paslon Nomor 4, Calon Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah, menegaskan bahwa sejak ditandatanganinya komitmen mentaati Protokol Kesehatan, menjadi dasar bagi seluruh Paslon telah mematuhi protocol kesehtaan. Sebab yang utama harus mengedepankan kesehatan masyarakat. “Jika sudah menjadi komitmen bersama maka akan kita laksanakan bersama. Untuk menghindari adanya kerumunan massa, kami imbangi dengan kampanye sistem daring,” tukas Haji Mo.

Sementara Paslon Nomor 2 diwakili Tim Koalisi Pemenangan, mengaku mendapatkan teguran dari Panwas dan pihaknya telah melaksanakan teguran tersebut. Terkait penerapan Protokol Covid-19 pasangan nomor 2 telah mematuhinya dan dilaksanakan. “Banyak simpatisan dan pendukung yang membludak datang namun kami sangat terbantu dengan keberadaan panwas dan pihak keamanan,” ujarnya.

Menyikapi kondisi itu, Dandim 1607 Sumbawa Letkol Kav. Rudi Kurniawan, S.Sos M.Tr (Han) dengan tegas mengatakan bahwa TNI/Polri bersikap netral. “Kami mohon tidak melibatkan TNI/Polri dalam mencari simpati masyarakat karena jika terselip bisa menjadi fatal,” pinta Dandim.

Sedangkan Kajari Sumbawa Iwan Setiawan SH, M.Hum menekankan kepada seluruh Paslon beserta Tim dan pendukungan masing-masing untuk menghindari adanya pelanggaran kampanye yang berujung tindak pidana. “Kami yakin seluruh Paslon bersama tim dan simpatisannya mematuhi aturan kampanye. Kami yakin Sumbawa akan memiliki pemimpin yang membawa ke arah yang lebih maju lagi,” demikian Kajari.

Sementara Ketua KPU Sumbawa, M Wildan M.Pd kembali menegaskan bahwa Pilkada Sumbawa memiliki jargon Pilkada Sumbawa PANDAI. Terkait jadwal kampanye dalam waktu dekat akan melakukan Rakor dengan mengundang Paslon maupun tim. (SR)

 

iklan bapenda