UTS Buka Prodi Peternakan, Siap Kembangkan Potensi Lokal Sumbawa

oleh -25 views
Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/10/2020)

Khabar menggembirakan bagi masyarakat Sumbawa terutama putra putri daerah yang ingin melanjutkan  study di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Saat ini Kampus Elang yang berlokasi di kaki Bukit Olat Maras, Batu Alang Kecamatan Hulu, Kabupaten Sumbawa ini membuka program studi (Prodi) ke-16. Yaitu Prodi Peternakan. Dibukanya prodi tersebut karena Sumbawa merupakan salah satu daerah peternakan di Indonesia yang didukung oleh lahan yang luas dan budaya ternak masyarakat yang begitu kental. Kondisi ini menjadikan Sumbawa menjadi daerah peternakan yang menjanjikan. Keberadaan ternak unggul seperti Kuda Sumbawa, Kerbau dan Sapi Sumbawa menjadi ciri khas lokal yang perlu dijaga dan dikembangkan. “Saat ini UTS tengah mempersiapkan program studi baru yang akan menjadi salah satu pendukung dari potensi lokal tersebut. Program Studi Peternakan UTS menjadi jawaban kebutuhan masyarakat dan Sumbawa. Program Studi Peternakan UTS hadir untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki jiwa entrepreneur yang siap mengembangkan peternakan Indonesia khususnya Sumbawa,” ungkap Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D kepada samawarea.com, Rabu (7/10) kemarin.

Hadirnya Program Studi Peternakan yang akan berada di bawah Fakultas Teknobiologi yang nantinya akan berganti nama menjadi Fakultas Teknobiologi dan Peternakan UTS ini, tentunya memberikan lebih banyak pilihan belajar di jenjang perguruan tinggi yang ada di Sumbawa. Melalui prodi ke 16 UTS ini, profil lulusan yang diharapkan di masa mendatang mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah, menemukan solusi aternatif dan menyeleksi solusi terbaik dalam system profuksi ternak. Kemudian mampu mengidentifkasi produksi dari kualitas ternak dilihat dari aspek genetis, fisiologi dan fisik dengan pendekatan konvensional dan bioteknologi. Mengelola usaha peternakan dengan produksi maksimum dan kualitas produk yang baik untuk keberlanjutan pertanian. Mampu memahami dan menerapkan teknologi produksi ternak, teknologi hasil ternak, penanganan limbah, dan hasil ikutan ternak. Mampu memahami, menerapkan dan mengidentifikasi sifat-sifat ternak, potensi genetic dan pe

Baca Juga  Dana BOS 23,3 Miliar Cair

nerapannya. Mampu berkomunikasi secara efektif baik lisan dan tulisan dan keingintahuan untuk mengembangkan science dan teknologi dalam bidang produksi dan teknologi peternakan. Dan mampu mengevaluasi proses produksi yang berkelanjutan. “Prodi ini tentu akan sangat membantu bagi Sumbawa khususnya, dan NTB serta Indonesia pada umumnya dan mencetak SDM yang unggul, maju dan inovatif di bidang peternakan. Selain itu, kegiatan penelitian dan pengembangan dalam bidang ini juga akan tambah semarak. Sumbawa memiliki potensi peternakan yang luar biasa. Sapi, kuda, kerbau dan unggas adalah potensi yang bisa dikembangkan dan diintegrasikan dengan sektor pertanian,” tambah Bang Irul—sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Rektor UTS menyampaikan, terima kasih kepada tim yang telah bekerja keras merealisasikan mimpi menjadi kenyataan. “Pak Samuyus, Pak Haryandi, Pak Izzul, Pak Irwansyah dan tim BPMA, Pak Abbyzar, Bu Lia, Bu Irun dan kawan-kawan. Semoga ini menjadi ikhtiar kita bersama memajukan Sumbawa dari balik Bukit Kebahagiaan,” pungkasnya. (SR)

 

iklan bapenda