Survey OMI: Mo Novi Tertinggi, Talif Sudir Menguntit, Husni Ikhsan dan Jarot Mokhlis Selisih Tipis, Nur-Salam Paling Buncit

oleh -1.228 views
Miftahul Arzak, S.Ikom., MA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5/10/2020)

Kontestasi Pilkada di seluruh Indonesia kian menarik. Tidak terkecuali di Kabupaten Sumbawa yang menjadi salah satu daerah yang juga menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020 mendatang. Bahkan cukup semarak dan dinamis, karena sebanyak 5 pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumbawa ikut dalam kontestasi lima tahun tersebut. Kontestan terbanyak di antara kabupaten/kota lain di NTB yang menyelenggara Pilkada serentak. Masing-masing pasangan calon mengklaim berada di posisi teratas. Padahal belum ada lembaga survey yang merilis hasil surveynya pasca penetapan pasangan calon. Hal ini dimanfaat oleh individu tertentu membuat polling di media sosial yang disambut antusias para netizen dan hasilnya dijadikan rujukan oleh para calon sebagai pemecut semangat. Meski demikian masyarakat tetap penasaran terutama para ASN yang mulai pasang mata dan telinga untuk mencari pasangan calon yang berpotensi menang. Sebab hari H Pilkada kian dekat, dan belum ada lembaga yang merilis hasil surveynya secara terang-terangan. Termasuk Olat Maras Institute (OMI) lembaga survei kredibel yang terbukti sukses dengan hasil surveynya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB tahun 2018 serta Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu. Padahal santer terdengar OMI sudah melakukan survey namun belum meliris hasilnya.

DPRD

Untuk menghilangkan rasa penasaran public, samawarea.com—media online lokal yang mengglobal mencoba mengkonfirmasi hal itu. Setelah didesak beberapa kali, akhirnya Miftahul Arzak, S.Ikom., MA selaku Ketua Pelaksana Survei Pilgub 2018 dan Pileg 2019 lalu sedikit membuka data meliris hasil survey Pilkada Sumbawa 2020. “Kami belum merilis secara resmi. Namun, sejak 4 bulan lalu kami telah melakukan survei dengan turun lapangan dan dilakukan setiap bulannya,” kata Miftah—akrab dia disapa saat dihubungi, Senin (5/10) malam ini.

Baca Juga  PDIP dan Demokrat Puji Capaian Pemerintahan Husni—Mo

Sebagai bocoran, ungkap Mifta, survei OMI Periode September 2020 menyebutkan pasangan Mo—Novi memiliki elektabilitas tertinggi dengan raihan 36,3%. Disusul Talif Sudir 24,5%. Berikutnya pasangan Husni—Iksan 11,8% selisih tipis dengan rivalnya, Jarot—Mokhlis 11,7%. Berada di urutan buncit pasangan Nur-Salam 6,3%. Masih rahasia 1,1% dan tidak menjawab 8,3%. “Kami melakukan survei dengan metode Multistage Random Sampling yang tersebar secara proporsional di tiap desa hingga TPS, dengan margin of error 2,6%, tingkat kepercayaan 95% dan mendapatkan responden sejumlah 1.200 responden. Metode yang sama ketika survei Pilgub tahun 2018 dan Pileg 2019 lalu,” jelas Mifta yang juga Rektor Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawarea (IISBUD Sarea) ini.

Mengingat masih ada beberapa bulan lagi menuju 9 Desember 2020 apakah bisa terjadi perubahan ? Mifta menyampaikan, hasilnya bisa tetap seperti ini, jika keadaan pergerakan tiap pasangan tidak berubah, dan pasangan calon tidak memiliki peta. (SR/Advertorial)

 

DPRD DPRD