Sekolah Guru Indonesia Wisudakan Angkatan 41 di Sumbawa Barat

oleh -9 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (29/9/2020)

Sekolah Guru Indonesia (SGI ), Senin (28/9) siang kemarin, kembali mewisudakan guru ahli atau yang biasa disebut School Master Teaching (SMT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kegiatan yang digelar tepatnya di Aula Hanipati Resto tersebut merupakan serangkaian program dari pelatihan guru yang diinisiasi oleh lembaga non pemerintahan, Dompet Dhuafa.

Dalam keterangan pers kepada media ini, Ketua Sekolah Guru Indonesia, Asep Ihsanuddin mengaku, sangat mengapresiasi pelaksanaan program tersebut di Sumbawa Barat. Karena elemen pemerintah telah dari awal melakukan pengawalan, sehingga dapat terlaksananya kegiatan sampai pada kegiatan Wisuda Angkatan 41 tersebut. “Ini dilakukan bukan hanya di Sumbawa Barat. Tetapi hampir seluruh Indonesia. Alhamdulillah dukungan pemerintah daerah sangat luar biasa. Dan program ini sudah dilakukan selama 3 kali (di Sumbawa Barat, Red), dengan masing-masing angkatan yaitu angkatan 25 dan angkatan 33,” terangnya usai mewisuda sejumlah guru SGI.

Program ini lahir dari program Dompet Dhuafa, dengan model pelatihan bagi guru selama 3 bulan. Meskipun sempat terhenti karena Pandemi Covid 19, tetapi karena komitmen yang kuat para pihak dengan tetap menggunakan standar protokoler Covid 19, pelatihan ini tetap dilaksanakan sampai kemudian dapat diwisuda. Kedepan program serupa, kata Asep akan terus diupayakan untuk dapat digelar kembali di Sumbawa Barat. Focus dan sasaran SGI sendiri sejauh ini masih kepada guru SD. Karena guru SD, menurut Asep, adalah guru yang menanamkan pondasi awal pendidikan dan moral kepada anak-anak. Di samping itu memang pada statistik yang ada, guru SD yang terbanyak di Indonesia dan juga dilihat dari kualitas hasil dari pengukuran profesioanalitas guru. Ia mengaku, keberadaan Program SGI sejauh ini belum begitu dikenal banyak pihak. Padahal secara prinsip, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru. Memang dalam tahapan untuk bisa menjadi peserta program ini harus melalui seleksi yang ketat, dengan harapan calon guru peserta dan hasil pelatihan dapat maksimal nantinya. “Syarat khusus untuk dapat bergabung dalam program SGI ini adalah komitmen guru untuk belajar, dengan batasan usia maksimal 45 tahun, dan itu diseleksi nanti. Seperti angkatan ini yang jumlahnya ada 30 orang, sebelumnya telah diseleksi. Jadi semoga angkatan ini ataupun angkatan lain yang sebelumnya telah diwisuda dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan kualitas guru di Sumbawa Barat khususnya, atau Indonesia pada umumnya,” harap Asep.

Baca Juga  Belajar Kelola Sungai, Gubernur akan Kirim 30 Aktivis ke Singapura  

Sementara itu, salah seorang guru peserta program SGI di Sumbawa Barat, Sabariah (34) mengaku sangat senang dengan adanya program tersebut. Karena selain banyak pengetahuan tentang bagaimana metode belajar-mengajar. Penguatan komitmen akan profesi juga sangat ditekankan dalam program tersebut. “Alhamdulillah sangat luar biasa prosesnya. Dan kami rasakan betul bagaimana manfaatnya. Kami dapat belajar dengan berbagi pengalaman sesama peserta, ataupun mendapatkan ilmu langsung dari mentor dalam pelatihan, insya Allah kami akan terapkan besok (di sekolah) secara maksimal,” ujar Sabariah. (HEN/SR)

iklan bapenda