Kapolda dan Danrem Temui Simpatisan SUKA Ajak Jaga Kondusifitas

oleh -3 views
bankntb

DOMPU, samawarea.com (25/9/2020)

Kapolda NTB Irjen. Pol. M. Iqbal, S.IK, MH dan Danrem 162 Wira Bakti (WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani menemui pendukung dan simpatisan Bapaslob,  H. Syaifurrahman Salman SE-Ika Rizky Veriyani (SUKA) di Cafe Uma Tua, Kelurahan Potu, Jumat (25/9/2020) pagi.

iklan bapenda

Kapolda NTB saat bertatap muka dengan sejumlah Parpol dan simpatisan SUKA di Caffe Uma Tua menyampaikan bahwa Paslon SUKA dinyatakan tidak memenuhi syarat saat penetapan Pascabup oleh KPU Kabupaten Dompu. Tetapi, Kapolda menyampaikan ada hak konstitusional untuk melakukan gugatan atas hasil tersebut ke pihak Bawaslu Kabupaten Dompu. “Permasalahan ini menjadi sorotan, dikarenakan pada saat simpatisan tim SUKA melakukan aksi dengan menggerakan massa yang banyak ini membahayakan keselamatan masyarakat yang berpotensi terjadi penularan Covid-19 dan berdampak buruk bagi warga lain,” ungkap Kapolda.

Untuk itu, Kapolda berharap kepada para ketua Parpol, tim sukses dan simpatisan SUKA untuk membantu TNI dan Polri dengan tidak menggerakan massa dalam jumlah banyak. “Kami sangat berharap kepada bapak bapak menjadi perpanjangan tangan kami untuk menyampaikan hal tersebut kepada para simpatisan,” pintanya.

Masalah yang dihadapi Kabupaten Dompu kata Kapolda, patut diperhatikan karena akan adanya permasalahan baru seperti terjadinya penyebaran Covid-19 akibat gesekan antar pendukung. “Saya dan Dandrem berharap kedepannya tidak ada lagi menggerakan massa dengan jumlah yang banyak,” ujar Jenderal Bintang Dua ini.

Baca Juga  Pura-pura Tanya Alamat, Ternyata Jambret HP

Di tempat yang sama, Danrem 162/WB juga meminta pendukung SUKA untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, guna menghindari adanya kluster baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Dompu. “Saya dan Kapolda berharap dan meminta kepada masing-masing Partai Politik, tim sukses dan simpatisan untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkada berlangsung,” pinta Danrem 162/WB.

Ia percaya, bahwa yang hadir adalah tokoh-tokoh yang membantu TNI dan Polri untuk menciptakan Pilkada yang aman dan damai. “Di sini saya dan Kapolda tidak ada memihak kepada siapapun, intinya kami demi kepentingan dan keselamatan orang banyak,” cetusnya.

Ia tidak melarang untuk melakukan gugatan bahkan sampai Mahkamah Agung, namun tidak sampai menggerakan massa yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19 yang dapat membahayakan masyarakat Dompu sendiri.

Salah satu aktivis Selamat Abadi Sentosa alias Bedel menyatakan sangat menghargai harapan TNI dan Polri untuktidak menggerakan massa pada setiap tahapan Pilkada di Kabupaten Dompu dan pihaknya akan mengusahakannya. Menurut Bedel, setelah dilakukannya komitmen untuk mematuhi protokol kesehatan selama Pilkada berlangsung, Paslon lain banyak yang tidak mengikuti protokol kesehatan. “Kenapa tidak ditegur dan ditindaklanjuti Paslon Paslon lain, dan aksi kami merupakan akumulasi kekecewaan atas adanya diskriminatif terhadap Paslon SUKA oleh pihak KPU Kabupaten Dompu,” ujar Bedel.

Sementara, pengurus parpol Berkarya Ilham Yahyu menuturkan, adapun aksi-aksi yang dilakukan selama ini merupakan bentuk perlawanan massa pendukung SUKA dan hanya itu yang bisa mereka lakukan. “Kami melihat fakta yang terjadi di KPU, jelas ini diskriminasi dan kejahatan terhadap tim SUKA. Perlu diketahui, ketiga paslon ini semua ada masalah dan kekurangan, disini kami melihat kenapa hanya tim SUKA yang dipermasalahkan dan menurut kami permasalahan dari SUKA terjadinya salah penafsiran,” tegas Ilham Yahyu.

Baca Juga  Johan Rosihan: Pemerintah Harus Tegas Berantas Ilegal Fishing

Mereka menginginkan demokrasi  yang normal. Namun dalam tahapan itu sudah dinodai oleh pihak penyelenggara (KPU) yang akan membuat adanya kerawan Kamtibmas. “Ada salah satu Paslon yang lain yang kami permasalahkan di mana adanya perbedaan nama antara di ijazah SD, SMP dan SMA, tetapi ini seolah-olah tidak dipermasalahkan oleh pihak KPU dan diloloskan,” beber Ilham.

Dikatakannya, pergerakan massa kemarin merupakan gerakan spontan dari rasa kekecewaan masyarakat simpatisan SUKA kepada pihak penyelenggara Pilkada. “Kami berharap Kapolda dan Danrem membantu kami dalam perjuangan melakukan gugatan di Bawaslu Dompu dan mengawasi pihak penyelenggara Pilkada agar tidak melakukan kecurangan,” harapnya. (SR)

 

iklan bapenda