Warga Pekat Taat Bayar Pajak, September ini Capai 100 Persen

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24/9/2020)

Ketaatan warga Kelurahan Pekat Kecamatan Sumbawa terhadap pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) patut diacungi jempol. Buktinya, meski belum jatuh tempo dan masih 3 bulan lagi berakhir tahun anggaran 2020, namun realisasi PBB mencapai 100 persen. Ini merupakan prestasi luar biasa, mengingat tahun-tahun sebelumnya capaian berkisar 50-60 persen. Selain juru pungutnya yang ulet, keberhasilan tersebut berkat kepemimpinan Lurah setempat yang akomodatif. “Alhamdulillaah bisa capai 100 persen sebelum jatuh tempo, warga kami taat bayar pajak dan kami memiliki juru pungut yang luar biasa,” kata Hendun S.Sos, wanita yang belum setahun menjabat sebagai Lurah Pekat ini kepada samawarea.com, Kamis (24/9/2020).

iklan bapenda

Sejak pertamakali menjabat sebagai Lurah, Hendun mengaku langsung melakukan konsolidasi internal untuk membangun kekompakan dan kebersamaan terutama dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Selain itu mengidentifikasi persoalan dan mencari solusi untuk mengatasinya. Salah satunya adalah PBB yang setiap tahun capaiannya belum memenuhi target. Untuk hal ini, Ia kembali menugaskan Abdul Ma’arif mantan Juru Pungut berprestasi untuk kembali melaksanakan tugas yang pernah dilakoninya. Abdul Ma’arif selain dikenal luas oleh masyarakat Pekat, juga merupakan juru pungut yang kerap meraih penghargaan. Kejelian Lurah memilih Abdul Ma’arif tidak meleset. Capaian PBB tahun 2020 ini tercatat 100 persen. “Juru pungut ini dikenal sangat rajin dan disukai masyarakat. Tidak hanya melaksanakan tugasnya di jam kerja, di luar jam kerja pun dia turun door to door untuk mengingatkan masyarakat akan kewajibannya. Cara ini disukai masyarakat karena biasanya pajak itu tidak terbayar karena lupa dan sibuk. Dan kehadiran juru pungut ini sangat membantu mereka,” kata Lurah low profil ini.

Baca Juga  Dubes RI untuk Aljazair dan PWNU Jatim Bantu Korban Gempa NTB

Untuk diketahui, jumlah wajib pajak di Kelurahan Pekat sebanyak 1.092 orang dengan total Rp 49.703.097. Hal ini berdasarkan data di dalam DHKP (Daftar Himpunan Ketetapan dan Pembayaran).

Di tempat yang sama, Juru Pungut, Abdul Ma’arif mengatakan kemauan masyarakat untuk membayar pajak cukup tinggi asalkan petugas juru pungut rajin turun ke lapangan bukan hanya melakukan penagihan tapi juga himbauan untuk mengingatkan. “Kuncinya, rajin turun, ramah, dan dipercaya,” ujarnya. (JEN/SR)

iklan bapenda