333 Mahasiswa UTS Terjun ke 20 Desa, Realisasikan Program Merdeka

oleh -2 views
bankntb

Siapkan Inovasi Desa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22/9/2020)

iklan bapenda

Program “Merdeka” menjadi semangat baru dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat atau yang biasa dikenal dengan istilah KKN (Kuliah Kerja Nyata). Pasalnya, progam ini akan berjalan selama satu semester. Mahasiswa akan melakukan perkuliahan, praktek dan aplikasi keilmuannya di desa. Membangun Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat (MERDEKA) merupakan salah satu penjabaran dari kurikulum Kampus Merdeka yang digagas oleh Mendikbud. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menyambut baik bahkan menjadi yang pertama merealisasikan kurikulum ini dengan Program Merdeka. Implementasinya terlihat pada Hari Senin (21/9/2020) kemarin. Sebanyak 333 mahasiswa UTS yang menjadi peserta Program Merdeka dilepas dan terjun ke 20 desa terpilih.

Wakil Rektor III UTS, Khotibul Umam, M.Sc menyebutkan bahwa Program Merdeka ini telah dirumuskan sejak April 2020. Program Merdeka merupakan hasil sinergi antara UTS dengan seluruh elemen terkait baik DPRD, Pemkab Sumbawa (DPMD dan Bappeda), juga pemerintah desa. Kerja bersama inilah yang menjadi semangat dari pelaksanaan Program Merdeka ini. Mahasiswa UTS yang turun ke desa akan berdiskusi dengan masyarakat terkait potensi desa serta aspek yang akan diakselerasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, Tim Panitia Program Merdeka bersama dengan seluruh civitas akademika UTS mempersiapkan inovasi yang bisa dikembangkan secara mudah, sederhana dan tentunya less cost. Wakil Rektor III yang membidangi Penelitian, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat ini merasa senang dengan penerimaan para kepala desa, kesungguhan dan semangat mahasiswa, serta sinergi lintas sektoral dalam pelaksanaan program ini. “Apresiasi yang tinggi kami sampaikan untuk semuanya, terkhusus para Kades yang dengan semangatnya menyambut tim kami saat berkunjung ke setiap desa untuk finalisasi komitmen dan kesediaan desa. Karena program berjalan cukup lama yakni 4-5 bulan, maka support dari seluruh masyarakat sebagai rumah kedua para mahasiswa kami akan sangat membantu kelancaran program. Kami siapkan inovasi yang sudah dimiliki UTS untuk dikembangkan di desa, seperti pembuatan produk baru berbasis sumber daya alam lokal, pengembangan jamur tiram, peternakan bebek dengan teknologi, alat cuci tangan tanpa sentuh, produksi pakan ternak dan sebagainya. Tentunya pasukan mahasiswa kami yang berasal dari lintas keilmuan di desa akan membantu tumbuhnya inovasi inovasi tersebut di desa,” jelas Umam sapaan akrab Warek III.

Baca Juga  Kini, NTB Punya Sekolah Berkuda di Sumbawa 

Terhitung mulai pekan ini, sambungnya, secara bertahap mahasiswa mulai tinggal di desa, merasakan dinamika masyarakat yang sesungguhnya sebagai bentuk pendewasaan dan mengasah keilmuan mereka. Dimasa pandemi, memang menjaga kesehatan menjadi prioritas utama, namun tidak melupakan untuk terus menebar kebaikan dengan karya-karya nyata, tidak hanya duduk diam di rumah. Sejatinya, menurut Umam, masyarakat membutuhkan bantuan tenaga, sehingga peran mahasiswa UTS di desa memiliki fungsi yakni sebagai role model penerapan protokol Covid-19 sehingga kesehatan tetap terjaga, dan perekonomian pun meningkat. Ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan. “Sekali lagi, Program Merdeka (Membangun Desa untuk Kesejhteraan Masyarakat) akan memberikan wajah baru pada desa-desa di Sumbawa sebab kemajuan desa akan menjadi inti dari setiap kemajuan daerah. UTS akan selalu hadir dengan mottonya Membumi dan Mendunia,” pungkasnya. (SR)

iklan bapenda