UTS Gelar Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka Fakultas Psikologi

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17/9/2020)

Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama. Artinya, universitas bukanlah satu-satunya institusi yang dibebankan untuk mencetak produk unggul namun ada sumbangsih dari para stakeholder dari instansi pemerintah, BUMN dan pihak swasta yang harus mengambil bagian dalam mencetak produk unggul tanpa melihat sekat wilayah, latar belakang dan waktu. Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi Nadiem Anwar Makarim yang akrab disapa dengan Mas Menteri telah merancang Kurikulum Kampus Merdeka pada 24 Januari 2020. Ia merancang kurikulum Kampus Merdeka dengan empat paket kebijakan sebagai pondasinya. Salah satunya, hak belajar tiga semester di luar program studi bagi mahasiswa. Dua semester di jurusan yang berbeda dengan mengambil mata kuliah lintas jurusan. Satu semester KKN Bina Desa. Satu semester Magang di instansi atau perusahaan yang bisa menampung mahasiswa dengan jurusan tertentu.

iklan bapenda

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) merupakan satu-satunya kampus yang mengawali dilaksanakan Kampus Merdeka. Setelah dilaunching belum lama ini, sebagai implementasinya digelar Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka Fakultas Psikologi di Hotel Grand Sumbawa, belum lama ini. Kegiatan itu dibuka secara resmi Dekan Fakultas Psikologi, Roni Hartono, M.Pd, yang dihadiri untuk memberikan sambutan, Rektor UTS diwakili Warek I Bidang Kurikulum, Abdul Hadi Ilman, SE., MPP. Dalam kegiatan itu juga menghadirkan Kaprodi Psikologi Ayuning Atmasari, M.Psi., Psikolog yang menyampaikan paparannya terkait dengan kampus merdeka, dan profil prodi psikologi. Setelah itu dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dimodetori oleh Wakil Dekan Psikologi, Junaidin S.Pd., M.Psi. FGD berlangsung seru, interaktif dan lebih membahas hal subtantif, teoritis sekaligus teknis pelaksanaan kurikulum Kampus Merdeka jika diterapakan di masing-masing instansi berbeda sesuai dengan kebutuhan instansi dimaksud. Hadir di antaranya Polres Sumbawa, BNN Sumbawa, Dinas Kesehatan Sumbawa, dan sejumlah instansi lainnya. “Kehadiran sejumlah pihak, telah membuka paradigma bersama bahwa pendidikan adalah masalah sekaligus solusi dari setiap lini kehidupan manusia yang harus dikerjakan bersama-sama,” kata Abdul Hadi Ilman mewakili Rektor UTS.

Baca Juga  Masjid Jami’ Praya Segera Dibangun

Khusus prodi Psikologi yang merupakan satu-satunya prodi di dalam fakultas Psikologi, lanjutnya, telah terbukti menjadi tumpuan harapan di wilayah regional Sumbawa. Mahasiswa psikologi serta dosen dan staf telah membuktikan mampu bersinergi dengan masayarakat setempat dengan menyediakan jasa psikolog di sekolah dan menjadi konselor pada beberapa kasus di Kepolisian, BNN, KPAI Sumbawa, Lapas Sumbawa dan beberapa instansi pemerintah maupun swasta. Kehadiran Kurikukulum Kampus Merdeka semakin memperkuat kerjasama yang sebelumnya telah terjamin menjadi lebih kokoh dan berkelanjutan. Bukti keseriusan Fakultas Psikologi dalam rangka melaksanakan Kurikulum Kampus Merdeka ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan BNN Sumbawa dalam rangka edukasi dan pencegahan penyalahgunaan Napza.

Ditambahkan Dekan Fakultas Psikologi, Roni Hartono, M.Pd, keberadaan Kurikulum Kampus Merdeka telah membuat pihak internal Fakultas Psikologi semakin berbenah dari segi mata kuliah yang relavan dan kurang relevan di dunia industry 4.0. Selama masa pandemi berlangsung dosen dan staf telah merevisi kurikulum dari kurikulum lama menjadi kurikulum baru. Beberapa mata kuliah lama telah dikonversi seperti dua mata kuliah menjadi satu dan beberapa mata kuliah baru telah diinput menjadi mata kuliah wajib seperti mata kuliah universitas berupa big data analysis, perencanaan keuangan dan keterampilan dasar global. Mata kuliah terapan seperti kesehatan mental dinaikkan statusnya menjadi mata kuliah wajib. Diharapkan dengan adanya sinergi yang berkelanjutan antara universitas, desa, instansi pemerintah, pihak swasta perusahaan, industry dan penyelenggara usaha mampu mewujudkan manusia yang unggul demi menelurkan bibit negara yang unggul dan mampu bersaing di kancah internasional, memegang teguh nilai ketimuran, berintegritas dan memegang teguh nilai luhur negara dan agama. Diharapkan rancangan Kampus Merdeka yang melibatkan akademi dan praktisi bisa mewujudkan cita-cita UTS menjadi kampus yang membumi dan mendunia. (SR)

iklan bapenda