Diduga Gila, Ditemukan Tewas Gantung Diri

oleh -3 views
bankntb

LOMBOK BARAT, samawarea.com (18/9/2020)

Masyarakat di Dusun Persiapan Aik Semin, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, dibuat geger, Jumat (18/9) tadi. Pasalnya di wilayah setempat ditemukan seorang pria yang sudah tidak bernyawa, tergantung dengan tali terjerat di leher. Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Sekotong IPTU I Kadek Sumerta SH memimpin langsung personelnya mengecek dan melakukan olah TKP. “Dari keterangan saksi-saksi, dugaan awal laki-laki tersebut merupakan korban gantung diri,” ungkap Kapolsek.

iklan bapenda

Ia menjelaskan, menurut keterangan keluarga, sebelumnya korban sudah sering mencoba bunuh diri. Korban mengalami gangguan jiwa karena pernah masuk Rumah Sakit Jiwa Selagalas sebanyak dua kali. Keluarga pun sudah menerima dengan ikhlas kematian korban, dan langsung membawa jasadnya ke rumah duka. “Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Puskesmas Pelangan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga diduga korban murni gantung diri,” imbuhnya.

Ini sesuai dengan hasil pemeriksaan yaitu lidah terjulur dan tergigit, tangan mengepal, serta kelamin mengeluarkan sperma. “Dari hasil pemeriksaan Dokter puskesmas, korban diperkirakan gantung diri sekitar tujuh jam yang lalu,” ujarnya.

Korban diketahui bernama I Ketut Suparsa alias Tutde, berprofesi sebagai dagang. Korban merupakan warga Gubuk Bali Dusun Keterek, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar Lombok Barat. “Dari keterangan saksi, sebelumnya korban hendak berkunjung ke rumah saudara M. Saleh, namun korban kesasar dan bertanya kepada salah seorang warga Dusun Persiapan Aik Semin, Kamis (17/9),” katanya.

Baca Juga  Kecelakaan Maut Depan Kantor Desa Usar, Guru Olahraga SDN Prode Meninggal

Kemudian Muntaha warga Dusun Persiapan Aik Semin tersebut langsung menghubungi M. Saleh yang merupakan keluarga yang hendak dituju korban. “Setelah itu, korban bertemu dengan keluarganya yang hendak dicari itu, dan karena korban tumben akan bertemu dengan M. Saleh, sehingga korban diantar langsung untuk menemuinya. M. Saleh terakhir bersama dengan korban sekitar pukul 17.00 wita, setelah itu tidak lagi menemukan korban,” ungkapnya.

Pada malam harinya M. Saleh berusaha mencari korban namun tidak ditemukan. Setelah pagi hari sekitar pukul 06.30 wita, Jumat (18/9) mendengar warga ribut ada yang gantung diri. “Setelah dicek, ternyata korban adalah keluarganya. Korban pertamakali ditemukan oleh Sumiatun (39) yang kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun setempat untuk diteruskan ke Polsek. (SR)

iklan bapenda