Berbagai Prestasi, Iringi Wisuda 334 Mahasiswa UTS

oleh -12 views
Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12/9/2020)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali melahirkan sarjana baru. Ditandai dengan digelarnya prosesi wisuda, Sabtu (12/9/2020). Wisuda ke-5 Tahun Akademik 2019/2020 ini, berbeda dengan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Pada wisuda kali ini selain Program Sarjana (S-1), UTS juga mewisuda mahasiswa Program Magister (S-2). Dan prosesi wisuda tersebut mengikuti protocol kesehatan pencegahan covid, sehingga dilaksanakan secara bertahap dengan jumlah yang terbatas, menjaga jarak dan mengenakan masker serta alat pelindung diri (APD) lainnya.

amdal

Sebanyak 334 wisudawan/wisudawati menjalani prosesi membahagiakan ini. Mereka tersebar di beberapa fakultas dan program studi (Prodi).Yaitu, Fakultas Teknik dengan 6 Prodi sebanyak 99 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 3 Prodi 86 orang, Fakultas Ilmu Komunikasi 30 orang, Fakultas Psikologi 24 orang, Fakultas Teknologi Pertanian dengan 2 Prodi 35 orang, Fakultas Teknobiologi 17 orang, dan Sekolah Pascasarjana dengan Prodi Manajemen Inovasi 36 orang. Menurut data, sejak Tahun 2017 lalu hingga 2020 ini, UTS sudah mewisuda sebanyak 1.136 mahasiswanya. Wisuda yang berlangsung di Ruang Publik Kreatif (RPK) UTS tersebut dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulikieflimansyah SE., M.Sc sekaligus pendiri UTS, Bupati Sumbawa yang diwakili Staf Ahlinya, Drs., Zainal Abidin, Ketua Yayasan Dea Mas yang diwakili Nida Sofa Mardiah, Koordinator LLDIKTI Wilayah VIII Bali Nusa Tenggara, Pimpinan BUMN/BUMD, para Wakil Rektor, Dekan dan Kaprodi UTS, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UTS, para wisudawan beserta orang tuanya.

Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati yang mulai hari ini secara resmi telah berhasil menyelesaikan suatu proses pendidikan formal lengkap dengan segala bentuk evaluasi di dalamnya. Untuk mempercepat proses belajar di masyarakat sekaligus mengintegrasikan gerak langkah guna membawa nama baik universitas, Rektor berharap wisudawan/wisudawati dapat bergabung dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UTS. Dengan aktif dalam IKA UTS, mereka akan terus menjaga tersambungnya tali silahturami antar alumni dan antara alumni dengan UTS, serta dapat bersama berperan serta dalam membesarkan UTS. Rektor juga berharap kepada para wisudawan/wisudawati untuk mendukung program Tracer Study Alumni UTS melalui pengisian data di laman yang telah disiapkan. Hal ini sebagai upaya UTS untuk mengetahui relevansi lulusan UTS dalam dunia kerja. Yakni, kesesuaian antara proses pendidikan di UTS dengan realitas di dunia kerja (link and match).

Rektor menyampaikan bahwa wisuda kali ini tepat di usia ke-7 Kampus Elang tersebut. Ia menyebutkan, banyak capaian prestasi dan perkembangan yang membanggakan. UTS terus meningkatkan kualitas dan prestasi di semua bidang baik skala nasional maupun internasional. Hal ini ditunjukkan dengan diperolehnya beberapa capaian penghargaan. Antara lain, peningkatan capaian bidang penelitian melalui Peringkat Indeks SINTA (Science and Technology Index), UTS meningkat menjadi peringkat 176 dari peringkat 274. Peningkatan capaian bidang kemahasiswaan melalui Peringkat Simkatmawa (Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan) menjadi peringkat ke-204 dari peringkat 291. Peningkatan peringkat Webometric dari peringkat 628 menjadi peringkat ke-183 se-Indonesia. Peringkat Perguruan Tinggi versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadikan UTS berada di peringkat 329, menempati posisi ke-2 Perguruan Tinggi Swasta se-NTB. “Hal ini membuktikan bahwa UTS terus berkembang pesat sesuai dengan jargonnya, UTS Membumi dan Mendunia,” kata Bang Irul—sapaan akrab Rektor muda jebolan Korea ini.

Baca Juga  10 PT di Polandia dan Ceko Siap Terima Mahasiswa NTB

Di bidang akademik, lanjutnya, UTS memberikan respon cepat pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan Launching Kampus Merdeka, 8 September lalu. Melalui program tersebut, UTS dan para pemangku kepentingan berkomitmen untuk bersama-sama mengambil peran dalam mencerdaskan putra-putri bangsa. Merdeka Belajar–Kampus Merdeka, merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Melalui kebijakan Kampus Merdeka, ungkapnya, mahasiswa diizinkan mengambil mata kuliah di luar program studi maupun di luar perguruan tinggi.

Di bidang Pengabdian kepada Masyarakat, UTS tengah menjalankan program MERDEKA (Membangun Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat). Program dimana dosen dan mahasiswa UTS turun di masyarakat. Program Merdeka ini merupakan hasil sinergi UTS dengan DPRD Kabupaten Sumbawa, Pemerintahan Kabupaten Sumbawa serta 20 pemerintah desa dengan tujuan untuk membantu melakukan percepatan pembangunan desa yang akan menggerakkan kemajuan daerah secara signifikan. Selain itu, UTS juga telah melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bersama TNI AD berupa program TMMD (Tentara Manunggal membangun Desa) di Desa Seminar-Kab.Sumbawa Barat. Pada program ini, mahasiswa UTS bersama Pasukan TNI melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Kepedulian UTS sebagai institusi pendidikan kepada masyarakat juga diperlihatkan melalui Kegiatan Tanggap COVID-19 yang dilakukan oleh seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa UTS. Tercatat terdapat puluhan kegiatan yang didedikasikan UTS untuk masyarakat dalam menghadapi dan melawan bahaya COVID-19 meliputi Sosialisasi Bahaya COVID-19, Penyuluhan Pembuatan dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Produksi dan pembagian Masker dan Handsanitizer (Kirinyuh), Webinar Tanggap COVID-19, pembuatan alat, pemberian bantuan finansial kepada mahasiswa yang terdampak dan lain sebagainya.

Baca Juga  Bupati Sumbawa Menangis dan Menyesal

Lebih jauh diungkapkan Bang Irul, UTS terus bergerak dan berbenah. Infrastruktur dasar terus ditata dengan baik. Jalan-jalan mulai diaspal, taman taman dipercantik, fasilitas terus ditingkatkan, danau mulai dinormalisasi agar lebih indah. Pihaknya ingin menjadikan kampus ini sebagai tempat pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Dalam waktu 6 bulan ini sejak kepemimpinannya sebagai Rektor, sekelompok anak muda lulusan Kampus Elang ini yang tergabung dalam PT. Olat Maras Teknologi (OMT) terus berkarya sebagai realisasi dari inkubasi bisnis hasil inovasi dari civitas akademika UTS berbasis kearifan lokal. Saat ini OMT sebagai holding company telah melakukan spin off 2 anak perusahaannya yaitu PT OMT Power yang bergerak di bidang ketenagalistrikan dan energi dan PT Olat Gantala Agrodaya (OMT Farm) yang bergerak dibidang pertanian dan peternakan. OMT Power saat ini sedang memproduksi 100 unit sepeda motor listrik NgebUTS sementara OMT Farm sedang mempersiapkan peternakan bebek dan penggemukan sapi yang mendapatkan investasi dari pihak luar. Semua ini dilakukan untuk membantu kampus ini agar menyediakan pendidikan yang biaya pendidikannya terjangkau, meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan, serta memberikan akses pendidikan tinggi seluas luasnya kepada putra putri terbaik bangsa ini. “UTS hadir untuk memberikan manfaat tidak hanya kepada masyarakat sekitar namun juga kepada alam semesta,” pungkasnya.

Nida Sofa Mardiah, mewakili Ketua Yayasan Dea Mas

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Dea Mas Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang diwakili Nida Sofa Mardiah, meyakini mahasiswa lulusan UTS ini merupakan orang-orang yang cerdas, berkompeten dan memiliki semangat juang yang tinggi. Dengan semangat itu, peluang yang ada mampu diraih dan mimpi-mimpinya dapat terwujud. Kampus ini dibangun bukan untuk orang Sumbawa saja tapi untuk semua putra-putri Indonesia. Ini dibuktikan dengan keberadaan mahasiswa-mahasiswa UTS yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Dan mereka bisa survive dan sukses dimana saja. “Saya berdoa semoga kesuksesan akan menanti kita di masa mendatang dan tentu saja harapan saya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan apa yang kita miliki untuk kepentingan kita semua. Terima kasih untuk seluruh dosen dan staf pengajar civitas akademika UTS atas waktu, perhatian dan kerja kerasnya, sehingga kita bisa melaksanakan wisuda hari ini,” tandas putri sulung Gubernur NTB ini. (JEN/SR)

 

iklan bapenda