Kreatif, Tim Bugis Berdasi Sulap Tanah Sedimendasi Jadi Kompos

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (10/9/2020)

Sedimentasi drainase menjadi permasalahan utama lancarnya air di Kelurahan Bugis Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Untuk mengatasinya, Tim Bugis Berdasi berinovasi. Yakni membuat kompos dari sedimentasi tersebut sebagai media tanam hortikultura menyambung semangat Kelurahan Bugis menjadi kampung hijau, dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga dan kebun gizi.

Ditemui samawarea.com, Ketua Tim Bugis Bedah Sanitasi (Berdasi) Budi Volcom mengatakan Tim Bugis Berdasi memiliki target untuk membebaskan Bugis dari sampah, bebas air rumah tangga, dan genangan air lingkungan. Tiga hal dasar ini yang menjadi permasalahan di Bugis selama ini. Melihat kondisi tersebut, pihaknya terus melakukan gotong royong membersihkan sedimentasi di saluran drainase. Banyaknya tumpukan tanah dari sedimentasi membuat pihaknya berpikir untuk mengolahnya menjadi hal yang bermanfaat. “Kami menyulap tanah sedimentasi itu menjadi pupuk organic. Dari hasil ujicoba di laboratorium ternyata kompos dari tanah sedimentasi sangat bagus untuk media tanam tanaman,” ujarnya.

Mengingat manfaatnya, tanah sampah hasil dari gotong-royong tidak dibuang tapi diolah menjadi kompos. Hingga kini produksinya sudah mencapai ratusan karung kompos dan telah dipasarkan ke masyarakat dan terbilang laris manis. Kondisi itu membuat mereka bersemangat. Selain bernilai ekonomis, juga menciptakan lingkungan yang bersih dan asri, serta masyarakat kian produktif di masa pandemic.

Tak hanya itu, Budi mengaku Berdasi memiliki program lain yaitu memastikan tidak ada rumah tangga yang membuang limbah rumah tangganya sembarangan dengan membuat pembuang limbah dari septic tank ramah lingkungan. Sementara untuk saluran irigasi induk ia berharap semua kelurahan bersatu padu melawan pembuangan limbah rumah tangga ke saluran irigasi utama. Sebab percuma upaya mereka berbuat maksimal melakukan pencegahan tapi kelurahan lain justru membiarkan warganya membuang limbah rumah tangganya ke saluran irigasi. “Saluran di Kelurahan Bugis ini berada di wilayah hilir. Jadi numpuknya di wilayah kami. Karena itu kami mohon kerjasamanya,” pintanya. (HEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Gelar Lokakarya, AMAN Dorong Lahirnya Perda Pengakuan Adat