Tingkatkan Kesejahteraan Non ASN, Mo—Novi Anggarkan 2 M Per Tahun

oleh -8 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7/9/2020)

Menciptakan birokrasi pemerintahan yang bersih (anti Korupsi), cepat dan bermutu, memberikan kepastian serta pelayanan yang cepat dan efisien, menjadi Agenda Kerja Misi 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd yaitu mewujudkan Sumbawa Bersih dan Melayani. Jika terpilih pada Pilkada Desember 2020 mendatang, misi kerja ini dikongkritkan dalam bentuk penguatan pengawasan dan penataan sistem manajemen SDM. Membangun sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas. Peningkatan dan pemerataan kesejahteraan pegawai ASN. Peningkatan kesejahteraan pegawai non ASN Rp 2 milyar/tahun. Memperpendek birokrasi dalam pengurusan ijin berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penguatan peran kecamatan dengan anggaran 1 kecamatan Rp 1 milyar per tahun. Mempermudah layanan pencatatan sipil di kecamatan. Memaksimalkan peran Pelayanan Terpadu Kecamatan (PATEN) dan Sumbawa Care: Masyarakat Bertanya, Bupati Menjawab (MBBM). Terakhir, penurunan stunting.

amdal

Calon Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany M.Pd atau akrab disapa Novi, kepada samawarea.com  menjelaskan bahwa dalam misi kerja Sumbawa Bersih dan Melayani ini dibagi beberapa aspek. Yaitu Sosial Budaya. Bidang ini meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik, birokrasi yang bersih, melayani dan pencegahan korupsi. Problematika mewujudkan masyarakat madani, meningkatkan ketakwaan dan pembentukan insan berkarakter serta masyarakat tentram, tertib dan taat hukum. Peran lembaga adat perlu diperkuat. Rendahnya literasi masyarakat akan ditingkatkan, indeks pembanguna desa masih rendah, jumlah penduduk miskin didata dan ditangani, akses sanitasi dan air minum yang layak, menyiapkan bale mediasi sebagai mediator sengketa hukum. Selain itu memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru kontrak dan tenaga kesehatan kontrak yang masih rendah, serta penyebaran tenaga kesehatan yang belum merata.

Selanjutnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut Novi—sapaan adik kandung Gubernur NTB ini, pembangunan manusia menjadi prioritas pemerintah untuk lima tahun kedepan. Salah satu indikator pencapaiannya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yakni mengukur pembangunan kualitas hidup manusia yang dituangkan dalam tiga pendekatan dimensi dasar yaitu umur panjang dan sehat diwakili oleh indikator Umur Harapan Hidup (UHH), dimensi pengetahuan diukur melalui indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Adapun dimensi penghidupan layak didekati melalui indikator Pengeluaran Per Kapita (PPP). Klasifikasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibagi kedalam empat kategori, yakni kategori rendah jika memiliki angka IPM kurang dari 60, kategori sedang jika nilai IPM 60 sampai kurang dari 70 dan tinggi jika nilai IPM 70 sampai dengan kurang dari 80, dan IPM dikatakan sangat tinggi apabila angka IPM mencapai angka 80 atau lebih. Perkembangan pembangunan manusia di Provinsi NTB pada tingkat Kabupaten/Kota tahun 2019 cukup bervariasi, dimana IPM dengan level tinggi yakni Kota Mataram, Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat, sedangkan kabupaten lainnya masih berada pada level IPM sedang termasuk Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  Antisipasi Paham Radikalisme di KSB, BGI Gelar Dialog Kebangsaan

Selama lima tahun terakhir, tren IPM Sumbawa cenderung selalu meningkat, akan tetapi terjadi selisih dengan IPM NTB yakni sebesar 1,28 poin di tahun 2015 dan seiring berjalannya waktu selisih ini semakin menipis menjadi 0,35 poin di tahun 2019. Demikian pula dengan laju pertumbuhannya meskipun mengalami tren penurunan sejak tahun 2016, akan tetapi laju IPM Kabupaten Sumbawa mengalami pertumbuhan dengan laju rata-rata 1,46% pertahun, sementara laju IPM NTB sebesar 1,16% pertahun. Artinya Kabupaten Sumbawa semakin berbenah dan berusaha mengejar ketertinggalan pembangunan manusia.

Berikutnya Kesejahteraan Sosial. Dikatakan Novi, kesejahteraan rakyat tidak dapat terwujud secara langsung, karena menyangkut beragam aspek dengan jangka waktu yang relatif panjang untuk menuju ke sasaran akhir. Untuk itulah dilakukan pemberdayakan masyarakat secara terus menerus, sehingga dapat tercipta tatanan, kondisi, peluang dan kesempatan bagi publik untuk mengembangkan kreatifitas dan prakarsa serta mampu menjadi kekuatan utama pendorong munculnya kemandirian kolektif masyarakat. Jumlah PMKS di Kabupaten sampai dengan tahun 2018 yang telah mendapatkan bantuan sebanyak 40.215 jiwa dan yang tertangani sebesar 40.576 jiwa melalui pelatihan-pelatihan, pendampingan hukum, konseling dan bantuan material berupa uang atau alat bantu lainnya.

Kemudian Agama dan Etnis. Berdasarkan data yang dirangkum, jumlah fasilitas ibadah sampai dengan tahun 2018 sejumlah 1.012 sarana ibadah seperti masjid 535 buah, musholla 432, gereja 5 buah, pura 39 buah, dan Wihara 1 buah. Sedangkan untuk kelembagaan pendidikan keagamaan seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an terdapat sebanyak 625 buah dan majelis taklim 107 buah. Demikian pula keberadaan etnis lainnya dengan karakteristik heterogen, yakni terdiri dari 8 kelompok etnis besar yaitu Sumbawa, Sasak, Dompu, Bima, Jawa, Bali, Sunda, Bugis/Makassar, dan etnis lainnya.

Baca Juga  Figur Inspiratif dan Responsif, Bang Zul dan Umi Rohmi Selalu Jadi Trending Topic

Untuk diketahui, pasangan Mo—Novi memiliki Visi “Terwujudnya Sumbawa Gemilang Yang Berkeadaban”. Sumbawa Gemilang mengandung makna Kabupaten Sumbawa yang memiliki daya saing serta mampu berkompetisi baik ditingkat regional, nasional maupun internasional. Berkeadaban, mengandung makna masyarakat Sumbawa yang memegang teguh agama dan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari (Adat Barenti Ko Sara’, Sara’ Barenti Ko Kitabullah. Taket Ko Nene, Kangila Boat Lenge) sehingga terbentuk kondisi kehidupan yang “Senap Semu” (dimensi kesejahteraan spritual. Situasi kehidupan masyarakat sejahtera secara spritual, masyarakat yang diliputi oleh suasana kedamaian dan ketentraman sebagai berkah Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa atas ketaqwaan hamba-Nya dalam menjalankan perintah agama), “Riam Remo” (dimensi kesejahteraan sosial yaitu gambaran suasana masyarakat yang penuh dengan kedamaian, persahabatan dan rasa kekeluargaan dalam menjalankan kehidupannya sebagai warga negara), “Nyaman Nyawe” (kesejahteraan ekonomi merupakan gambaran kondisi masyarakat yang berkecukupan. Berkecukupan mengandung pengertian bahwa ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan telah tersedia dan terdistribusi secara cukup. Artinya, masyarakat “Nyaman Nyawe” merupakan wujud masyarakat yang maju dan sejahtera sebagai implikasi keberhasilan pembangunan dibidang ekonomi). (JEN/SR/Advertorial)

iklan bapenda