Penganiaya Pasutri Gunakan Tombak dan Kapak, Tertangkap

oleh -13 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7/9/2020)

Hanya dalam waktu singkat, jajaran Polsek Alas yang diback-up Sat Reskrim Polres Sumbawa, berhasil mengungkap kasus penganiayaan terhadap pasangan suami istri (pasutri) di Desa Juranalas Kecamatan Alas. Polisi meringkus seorang pria berinisial GA (45) warga dari Desa Kalimango Kecamatan Alas yang diduga sebagai pelaku, Kamis (3/9/2020) dinihari sekitar pukul 04.20 Wita.

Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra S.IK melalui Kasubag Humas Iptu Sumardi S.Sos mengatakan, terduga sudah ditangkap. Terduga ini ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan dan langsung dievakuasi ke Polsek Buer untuk menghindari adanya aksi massa. Dalam pemeriksaan, kata Sumardi, terungkap penganiayaan itu dilatarbelakangi permasalahan sengketa tanah. Kini kasusnya masih dalam proses, dan terduga sudah ditahan.

Seperti diberitakan, Pasangan suami istri (pasutri) di Desa Juranalas Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa, terluka parah. Karena itu Muhammad Saleh (45) dan istrinya, Elpiah (43) dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis secara intensif. Saleh mengalami luka akibat tusukan tombak, dan istrinya terluka karena terkena kampak sabetan pelaku yang mengenak cadar dan penutup wajah.

kasus itu terjadi di rumah kandang milik korban di Dusun Penua Desa Juranalas, Rabu (2/9) lalu sekitar pukul 21.30 Wita. Saat itu korban Saleh baru saja memarkirkan mobilnya di samping rumah panggung. Korban terkejut melihat ada seseorang dengan menggunakan topi berwarna gelap dan memakai masker menutup wajahnya. Orang tak dikenal ini membawa sebuah tombak di tangan kanan dan kapak di tangan kirinya. Tanpa diduga pelaku tersebut berlari mengejar korban. Karena begitu cepat, korban tidak sempat menyelamatkan diri sehingga ditusuk pelaku menggunakan tombak secara berulang kali. Korban jatuh tersungkur dan berdaya. Mendengar suara ribut-ribut, istri korban turun dari rumah panggung dan melihat suaminya tergeletak. Sebagai istri, Elpiah tentu ingin menolong suaminya. Akibatnya wanita ini ikut diserang pelaku menggunakan kapak. Elpiah berusaha menagkisnya sehingga tangan kanannya mengalami luka robek. Melihat pelaku semakin kalap, Elpiah kabru menyelamatkan diri ke area persawahan sembari berteriak meminta tolong. Setibanya di pemukiman warga yang berjarak sekitar 100 meter dari TKP, Elpiah bertemu dengan seorang warga, lalu bersama warga tersebut kembali pergi ke tempat kejadian untuk menyelamatkan suaminya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda
Baca Juga  Dua Pejambret Babak Belur Diamuk Massa