Dukung Selain Mo-Novi, PKS Sumbawa Minta Jalo Mundur atau Disanksi

oleh -14 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7/9/2020)

Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di 24 kecamatan Kabupaten Sumbawa menyesalkan sekaligus mengecam sikap politik kader PKS, Salamuddin Maula. Mantan anggota DPRD Sumbawa itu bergabung dan mendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang tidak didukung PKS. Terbukti, Jalo—demikian kader asal Dapil 2 Sumbawa tersebut, menghadiri Deklarasi Pasangan Nur-Salam, Minggu (6/9/2020) kemarin. Bahkan Jalo yang mengenakan atribut PKS ini memberikan orasi politik dan mengklaim 70 persen simpatisan PKS bersikap seperti dirinya untuk mendukung Nur Salam.

amdal

Ketua PAC Ropang, Asraruddin mengecam sikap dan pernyataan Jalo. Sebab ia menilai pernyataan dan sikap itu bukan bersifat pribadi tapi membawa nama lembaga PKS karena saat hadir dan melakukan orasi mengenakan atribut PKS. Karena itu ia mendesak DPD PKS Sumbawa dan DPW PKS NTB untuk bersikap memberikan sanksi tegas kepada kader tersebut.

Asraruddin juga menegaskan bahwa kader PKS terutama PAC di 24 kecamatan sangat solid dan tegak lurus mengikuti garis partai terutama di Pilkada Sumbawa. Para kader tetap konsisten mendukung, memperjuangkan dan memenangkan pasangan Mo—Novi. “Kami tidak pernah mendukung pasangan selain Mo—Novi,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Ketua PAC Lenangguar, A. Latif AW, ketika PKS resmi mengusung Mo Novi, wajib bagi kader PKS untuk tunduk dan patuh. Ketika mendukung pasangan lain selain Mo—Novi, sebaiknya  hengkang dari PKS. “Kami mendesak pimpinan PKS untuk bersikap terhadap kadernya yang tidak patuh dan memilih mendukung pasangan lain,” tegasnya.

Baca Juga  Kembangkan Rumah Bibit, Rumah Zakat Sulap Desa Jorok Jadi Desa Hijau

Di tempat yang sama, Ketua DPD PKS Sumbawa, M Takdir SE memastikan semua PAC solid untuk kemenangan Mo—Novi. Dalam mengusung Mo—Novi melalui proses yang cukup panjang. “Ini sudah menjadi keputusan, harus kita amankan,” tandasnya.

Terkait adanya kader yang secara terang-terangan mendukung pasangan lain, Takdir mengaku sudah mengingatkan dan melakukan pendekatan. Namun kader dimaksud tetap pada pendiriannya. Karena itu tentu ada proses untuk menentukan sikap terhadap kader dimaksud. “Kami akan komunikasikan dengan DPW dan DPP. Intinya akan ada sikap politik terhadap kader dimaksud,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda