Mo—Novi Daftar Pertama, Hanya Kantongi Tiga SK, Tanpa PKB

oleh -16 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (26/8/2020)

Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany S.Pd., M.Pd menjadi bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa pertama yang mendaftar ke KPU Kabupaten Sumbawa, Kamis (4/9/2020). Pasangan berjargon “Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban” ini juga yang pertama dinyatakan memenuhi syarat pendaftaran. Hal ini berdasarkan hasil verifikasi administrasi verifikator KPU Sumbawa. Pasangan yang populer disingkat Mo—Novi tersebut mengantongi 12 kursi dari tiga parpol pengusung yaitu PKS, Nasdem dan Golkar. Sedangkan PKB yang sejak lama menyerahkan SK kepada Mo—Novi, ikut mendampingi namun tidak membawa dokumen model B.1-KWK. Usai diplenokan oleh para komisioner KPU yang dipimpin ketuanya, M. Wildan M.Pd, pengurus PKB mengajukan protes. Zakaria Surbini selaku Sekretaris DPC PKB Sumbawa meminta agar penetapan itu ditangguhkan karena dokumen B.1-KWK dari PKB dalam perjalanan dari Mataram ke Sumbawa. Di hadapan komisioner KPU dan Bawaslu, Jack—akrab Ia disapa menegaskan bahwa kehadiran jajaran PKB mendampingi Mo—Novi karena menginginkan partainya menjadi pengusung bukan pendukung. Terhadap protes itu, akhirnya disepakati untuk menskor proses pendaftaran hingga usai Sholat Jumat. Namun setelah ditunggu hingga pukul 14.00 Wita, B.1-KWK dari PKB tak kunjung ada. Akhirnya KPU atas persetujuan pasangan calon menetapkan hanya tiga partai pengusung yaitu PKS, Nasdem dan Golkar, dengan jumlah kursi melebihi batas minimal yang dipersyaratkan.

Bakal Calon Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah yang didampingi wakilnya, Dewi Noviany M.Pd membenarkan hanya tiga SK yang diajukan ke KPU tanpa PKB. Sebab B1-KWK PKB hingga masa skor, belum juga ada. Dan KPU sudah tidak bisa lagi menambah waktu karena ada paslon lain yang ikut mendaftar. “Ini kita lakukan untuk saling menghargai,” kata Haji Mo’ sapaan Calon Bupati ini.

Baca Juga  Pilkada Sumbawa: PKS Dukung Kader Tapi Tergantung Hasil Survey

Meski demikian, Haji Mo menegaskan, PKB tetap berada di dalam koalisi Mo—Novi. Status pengusung dan pendukung dalam satu koalisi berada dalam posisi yang sama. “Kami sudah berkomitmen dengan Bu Novi, apakah dia pendukung atau pengusung sama szaja. Jadi gak ada masalah bagi kami itu. Ini hanya masalah administrasi saja. Tetap jadi bagian dari kita,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda