Muazzim: PDIP Terlambat, PAN Final untuk Jarot–Mokhlis

oleh -20 views
Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3/9/2020)

Klaim PDIP akan berkoalisi dengan PAN untuk mengusung pasangan Husni—Ikhsan pada Pilkada Sumbawa, dibantah dengan tegas Ketua DPW PAN Provinsi NTB, H. Muazzim Akbar. Dihubungi samawarea.com, Kamis (3/9) sore, Muazzim menegaskan, PAN sudah final dengan pasangan Jarot—Mokhlis. Ini dibuktikan dengan telah terbitnya SK berbentuk B.1-KWK dan B.2-KWK. SK inipun terbit pada tanggal 24 Juni 2020 lalu. PAN sudah mengusung Jarot Mokhlis sejak awal berkoalisi dengan Partai Gerindra, justru ada tambahan partai-partai lain seperti Hanura, PKPI dan Berkarya (kepengurusan baru). “Kita sudah sejak awal putuskan mulai dari tingkat kabupaten melalui penjaringan lalu ke DPW melalui mekanisme yang cukup panjang,” imbuhnya.

Jika memang sudah lama SK itu terbit untuk Jarot Mokhlis, mengapa tidak diumumkan ke public ? Muazzim mengaku tidak perlu karena itu hanya acara seremonial. Yang terpenting SK itu menjadi salah satu persyaratan pasangan calon untuk mendaftar ke KPU. “Nanti acara lain kita agenda misalnya deklarasi dengan partai koalisi untuk Jarot Mokhlis,” ujarnya.

Muazzim mengakui ada keinginan dari PDIP untuk membangun koalisi dengan PAN. Tapi upaya PDIP ini dinilainya sudah sangat terlambat. Sejak awal PDIP sudah mendeklirkan mengusung pasangan Mo—Novi. Namun belakangan saat H-1 sebelum pendaftaran calon, SK PDIP terbit tidak sesuai dengan hasil Desk Pilkada. Karena terlambat, PDIP kelabakan mencari partai koalisi. Sebab seluruh parpol yang memiliki kursi di DPRD Sumbawa sudah selesai berkoalisi dan mengusung paket masing-masing. “Nah sekarang PDIP mau berkoalisi dengan siapa? Dia (PDIP) mencoba rayu-rayu PAN, tapi PAN sudah final untuk Jarot-Mokhlis.  PAN sudah menutup peluang bagi calon manapun, karena mengusung Jarot—Mokhlis sudah final,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Pemilu Kian Dekat, 7000-an Pemilih di Sumbawa Belum Perekaman KTP