BDR Kembali Diperpanjang, Dikbud Tak ingin Muncul Klaster Sekolah

oleh -22 views
H. Sahril S.Pd., M.Pd
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1/9/2020)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa kembali memperpanjang pelaksanaan Belajar Dari Rumah (DBR) hingga akhir September mendatang. Hal ini diatur dalam surat edaran No. 421.2/1516 /Dikbud/2020 tertanggal 31 Agustus 2020, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat, H Sahril S.Pd, MPd.  SE tersebut diterbitkan berdasarkan Konferensi Pers Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 201/Sipres/AG/VII/2020 dan Perkembangan penyebaran Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa.

Berdasarkan SE Kadis Dikbud Sumbawa ini, pelaksanaan BDR diperpanjang sejak tanggal 1 September hingga 30 September 2020. Guru dan kepala sekolah dilarang untuk bekerja dari sekolah, khususnya Zona Orange pandemi Covid-19. “Kami tidak ingin muncul klaster sekolah,” tegas Kadis Dikbud Sumbawa, H Sahril, S.Pd., M.Pd, , Senin (31/8) kemarin.

Menurut  data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumbawa tanggal 30 Agustus 2020, kata Haji Sahril, Zona Orange ini meliputi Kecamatan Plampang, Lape, Moyo Hilir, Sumbawa, Unter Iwes, Labuihan Badas, Lunyuk, Utan dan Alas Barat. Zona Pandemi covid-19 tersebut dapat berubah sesuai dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid. Kemudian untuk guru dan kepala sekolah yang berada di Zona Kuning Covid-19, dapat bekerja dari sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Siswa juga tidak boleh dibebani tuntutan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum bagi kenaikan kelas atau kelulusan. Namun, materi pelajaran BDR diutamakan seperti literasi dan numerasi, pencegahan dan penanggulangan Covid-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), kegiatan rekreasional dan aktifitas fisik, spiritual keagamaan, penguatan karakter dan budaya.

Baca Juga  Wagub NTB: Prestasi Penting, Tetapi Lebih Penting Integritas

Sejalan dengan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, ungkapnya, guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi jam mengajar 24 jam pelajaran tatap muka per minggu. Sehingga guru dapat fokus memberikan pelajaran yang lebih interaktif tanpa harus mengejar pemenuhan jam mengajar. Guru diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitasnya dalam melaksanakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna, serta sekolah harus memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar yang paling tepat. Pihak Dikbud tetap meminta guru membuat laporan kegiatan BDR nya agar tunjangan profesinya tidak ditahan lagi. Sementara untuk orang tua diharapkan dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar di rumah. (JEN/SR)

iklan bapenda