Mo-Novi Siapkan Lapangan Kerja untuk 10.000 Naker Lokal

oleh -11 views
bankntb

Wujudkan Sumbawa Sejahtera dan Mandiri

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (31/8/2020)

Selain misi Sumbawa Sehat dan Cerdas yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi daerah yang maju melalui peningkatan derajat pendidikan dan kesehatan, Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd, melaksanakan misi mewujudkan Sumbawa Sejahtera dan Mandiri. Jika terpilih, melalui misi ini, Mo—Novi sebutan pasangan tersebut akan memberikan perhatiannya dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan, meningkatkan nilai tambah sektor agribisnis, industri dan pariwisata. Semua ini akan dikongkritkan dalam agenda kerja Mo—Novi. Yaitu meningkatkan bantuan bagi penerima PKH, meningkatkan dana operasional bagi pendamping PKH Rp 1 milyar per tahun. Menyiapkan lapangan kerja untuk 10.000 tenaga kerja lokal. Menjamin Kestabilan Harga produk pertanian, peternakan dan nelayan melalui SRG dan lumbung pangan yang dikelola oleh BUMDes dan Koperasi. Pemberian asuransi bagi petani, peternak dan nelayan dengan skema “Kartu Tani” yang dikelola oleh BUMDes. Bantuan Kredit bagi petani, peternak dan nelayan. Jaminan Ketersediaan Pupuk dan Benih dengan pemberdayaan BUMD. Pelatihan gratis dan bantuan peralatan bagi para pelaku UMKM. Gratis Label BPOM dan Halal untuk produk UMKM. Optimalisasi Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM). Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Tanjung Santong. Penghargaan Desa Inovatif Rp 1 Milyar per tahun. Menjadikan Wisata Whaleshark (Hiu Paus) sebagai ikon pariwisata Sumbawa yang mendunia. Bantuan Kemandirian bagi komunitas milenial dan pelaku ekonomi kreatif (StartUp/E-Commerce) minimal Rp 2 Milyar per tahun. Penguatan Desa Berbudaya melalui optimalisasi produk lokal. Sumbawa ramah investasi. Mo—Novi juga akan mewaujudkan Desa Smart, desa berbasis digital. Selanjutnya untuk produksi alat pertanian, peternakan dan perikanan menggunakan produk lokal di daerah sendiri. serta pembangunan pusat kuliner di setiap kecamatan yang dikelola oleh Kelompok Perempuan.

Bakal Calon Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menjelaskan, untuk pengembangan sektor industri dititik beratkan pada pengembangan industri kecil dan menengah. Industri kecil dan menengah mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung berlangsungnya pertumbuhan ekonomi sektor riil karena serapan tenaga kerja pada sektor ini relatif cukup banyak. Adapun Industri terbagi dalam dua bidang yaitu bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) yang terdiri dari 144 sentra industri, 2.175 unit usaha dengan serapan tenaga kerja sebanyak 7.091 orang, serta menghasilkan investasi senilai Rp 249,38 milyar. Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA) yang terdiri dari 44 sentra industri, 885 unit usaha dengan serapan tenaga kerja 1.812 orang, serta menghasilkan investasi senilai Rp 8,69 milyar. Dari sisi Industri Menengah pada tahun 2018 terdiri 10 sentra industri, 20 unit usaha dengan serapan lapangan kerja sebesar 439 orang dengan investasi senilai Rp 22,23 milyar.

Baca Juga  Gubernur Puji Prestasi Membanggakan Bank NTB Syariah

Selanjutnya bidang perdagangan. Menurut Haji Mo—sapaan Bacalon  Bupati, usaha perdagangan sampai dengan tahun 2018 terus mengalami perkembangan, terlihat dari jumlah usaha perdagangan mencapai 21.842 usaha. Adapun usaha informal/mikro merupakan populasi usaha tertinggi yang mencapai 14.697 usaha, meningkat sekitar 1.255 usaha dibandingkan dengan tahun 2017. Dalam rangka menumbuhkembangkan koperasi dan UKM yang berkualitas dapat ditempuh melalui peningkatan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan mendukung peningkatan pendapatan masyarakat berpendapatan rendah, pemberdayaan usaha mikro yang difokuskan untuk mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Peningkatan produktivitas dan akses UKM kepada sumberdaya produktif. Peningkatan daya saing hasil produksi UKM di pasar daerah, regional maupun nasional melalui pola promosi industri daerah.

Berikutnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di Kabupaten. PDRB menggambarkan kemampuan daerah dalam mengelola sumber daya alam dan faktor-faktor produksi lainnya dalam menciptakan nilai tambah. PDRB juga merupakan jumlah dari nilai tambah yang diciptakan dari seluruh aktivitas perekonomian di suatu daerah. Dari nilai PDRB ini akan menggambarkan kegiatan ekonomi yang terjadi di daerah. Ditinjau dari struktur perekonomian Kabupaten Sumbawa selama periode 2014-2018, kategori penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Sumbawa adalah kategori pertanian, kehutanan dan perikanan dengan sharenya sebesar 39,15%, diikuti oleh kategori perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor dengan konstribusi sebesar 15,91%. Kemudian kategori Konstruksi yang ikut andil sebesar 12,78%, sedangkan 14 kategori lapangan usaha lainnya tidak lebih dari 7% untuk tiap kategorinya.

Untuk Pariwisata, sambung Dewi Noviany–Bakal Calon Wakil Bupati Sumbawa, bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki letak yang sangat strategis, berada pada lingkaran emas pariwisata Bali, Lombok, Pulau Komodo dan Tana Toraja, sehingga memiliki potensi yang sangat besar sebagai salah satu destinasi wisata. Potensi wisata yang ada di Kabupaten Sumbawa terdiri dari obyek wisata peninggalan sejarah seperti Istana Dalam Loka, Bala Kuning, Wisma Bala Putih dan beberapa artefak bersejarah.

Baca Juga  Cara Pemprov NTB Tangani Covid-19 dan Pulihkan Ekonomi Dipuji Pusat

Selain peninggalan sejarah, terdapat juga wisata alam maupun buatan seperti Pulau Moyo yang terletak di Teluk Saleh sebelah Utara Kabupaten Sumbawa dengan objek wisata darat dan laut yang indah dan alami. Hutan tropis Pulau Moyo merupakan habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan, burung gosong (megapodius) yang dilindungi dan terdapat air terjun bertingkat mata jitu serta keindahan alam lainnya. Wisata baharinya menyediakan panorama bawah laut yang indah untuk kegiatan menyelam (snorkling dan scuba diving). Potensi wisata alam banyak tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Salah satu yang paling fenomenal adalah Habitat Whalesark yang ada di Teluk Saleh. Lokasi ini terletak di wilayah perairan utara Gili Rakit di Kecamatan Tarano dan dapat di akses melalui Desa Labuhan Jambu. Habitat Whalesark ini sangat berpotensi dikembangkan sebagai ekowisata dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Dikatakan Novi—akrab perempuan satu-satunya yang menjadi kontestasi Pilkada Sumbawa ini, perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Sumbawa terus meningkat. Hal ini ditandai dengan terus meningkatnya jumlah wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 149.999 wisatawan, jumlah tersebut terjadi kenaikan jumlah pengunjung sebesar 93,41% jika dibandingkan tahun 2017 sebanyak 77.556 wisatawan.

Kepariwisataan di Kabupaten Sumbawa tidak hanya didasarkan pada rasionalitas yang pragmatis, seperti potensi kasat mata, dengan kekayaan alam yang mempesona atau peninggalan budaya secara fisik saja, akan tetapi dasar kekuatan pariwisata di Kabupaten Sumbawa terletak pada manusianya. Yakni masyarakat yang memiliki pribadi yang hangat, ramah tamah dan gemar menolong sesama, sehingga dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sumbawa. “Kami meyakini dengan dukungan dan restu seluruh masyarakat serta memohon ridho Allah SWT, Sumbawa Gemilang Yang Berkeadaban pasti akan terwujud,” pungkasnya. (SR/Advertorial)

iklan bapenda