Atasi Kesulitan Petani, PUPR Sumbawa Rehab 21 Jaringan Irigasi

oleh -7 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPR KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (31/8/2020)

amdal

Sejumlah jaringan irigasi di Kabupaten Sumbawa mengalami kerusakan. Kondisi ini dikeluhkan para petani. Sebab kerusakan jaringan irigasi menjadi penyebab mereka mengalami gagal panen. Mengingat air yang masuk ke lahan pertanian tidak lancar, bahkan tidak ada samasekali. Untuk mengatasi persoalan petani ini, Pemda Sumbawa melalui Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa mengalokasikan anggaran pada Tahun 2020 ini untuk kegiatan optimalisasi fungsi jaringan irigasi yakni peningkatan atau rehabilitasi jaringan irigasi.

Kadis PUPR Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kabid Jakon yang juga PPK SDA, Seri Jayadi ST, mengakui hal itu. Rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan kebutuhan yang mendesak dan diprioritaskan. Inilah yang menjadi alasan Pemda melalui Dinas PUPR tidak memangkas anggaran saat rasionalisasi beberapa waktu lalu. Pada Tahun 2020 ini, sebut Seri Jayadi, sebanyak 21 jaringan irigasi yang direhab dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan Daftar Kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa Tahun 2020, peningkatan atau rehabilitasi jaringan irigasi ini tersebar di 21 titik terdiri dari 16 titik dibiayai APBD Sumbawa dan 5 titik dibiayai DAK. Yaitu pembangunan saluran irigasi sekunder Orong Rea Kecamatan Alas, jaringan irigasi Kelompok Tani Kuang Rako RW 001 Desa Lunyuk Rea Kecamatan Lunyuk, dan Irigasi Orong Labu dan Orong Dompu Bawa RW 001 Desa Stowe Brang Kecamatan Utan. Kemudian, rehabilitasi irigasi Ai Dai Dusun Semongkat Desa Kelungkung Kecamatan Batu Lanteh, Jaringan Irigasi Samulan Jaya Desa Simu Kecamatan Maronge, Jaringan Irigasi Desa Lape Kecamatan Lape, dan Jaringan Irigasi Orong Bawah Desa Luar Kecamatan Alas.

Baca Juga  XL Hadirkan Aplikasi “LISA” untuk Tingkatkan Produktifitas

Berikutnya, Jaringan Irigasi Orong Rea Desa Balebrang Kecamatan Utan, Jaringan Irigasi Reban Tero Desa Jotang Beru Kecamatan Empang, Jaringan Irigasi Saling Pendi I Desa Jorok Kecamatan Utan, Jaringan Irigasi Kanan Ai Putik Desa Rhee Loka Kecamatan Rhee, dan pembangunan saluran pembuang Dusun Ai Nunuk Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir. Selanjutnya peningkatan Jaringan Irigasi Sekunder Plampang Desa Selanteh Kecamatan Plampang, Jaringan Irigasi Orong Ereng Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar, Jaringan Irigasi Desa Stowe Brang Kecamatan Utan dan Rehab Dea Marente Desa Luar Kecamatan Alas.

Selain menggunakan dana APBD, ungkap Seri Jayadi, ada juga yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan dari pemerintah pusat. Nilainya mencapai Rp 7,3 miliar. Yaitu Rehab Bendung 3 buah dan jaringan irigasi D.I Reban Kukir sepanjang 700 meter Desa Lantung Kecamatan Lantung. Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Embung Pemasar sepanjang 1.900 meter Desa Pemasar Kecamatan Maronge. Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Embung Selanteh sepanjang 1.735 meter Kecamatan Plampang. Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Liang Petang sepanjang 750 meter Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu. Dan rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Orong Bilang sepanjang 983 meter Desa Lamenta Kecamatan Empang. “Semua dikerjakan pada tahun 2020 ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

 

iklan bapenda