Mahasiswa UMM Gelar Sosialisasi Cegah Penyebaran Covid dan Berinovasi di Tengah Pandemi

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27/8/2020)

Pandemi Covid-19 atau yang sering disebut dengan Virus Corona merupakan wabah penyakit global yang sangat meresahkan masyarakat dunia. Tak luput, Indonesia menjadi negara yang terjangkit virus ini. Virus mematikan tersebut tidak hanya berdampak di sektor kesehatan, melainkan juga perekonomian masyarakat termasuk di Kabupaten Sumbawa. Terlebih saat ini, angka kasus baru positif covid di daerah Sabalong Samawalewa (sebutan Sumbawa), terus mengalami peningkatan. Ada beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Labuhan Badas masuk dalam kategori ‘zona merah’ mengingat angka covid di wilayah setempat terus bertambah. Kian tingginya kasus Covid ini salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protocol kesehatan. Prihatin terhadap kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turun tangan. Melalui Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjadikan sosialisasi pentingnya penjagaan kebersihan dan penciptaan inovasi sumber daya alam (SDA) di tengah Pandemi Covid-19 sebagai salah satu program kerja mereka.

amdal

Tim PMM Kelompok 52 Gelombang 5 yang beranggotakan Saskiya Sasa Difananda (FEB/Akuntansi), Ayu Hanggara Kusumawati (Fisip/Ilmu Pemerintahan), Elvitha Meiliha Safitri (FPP/Peternakan), Lifia Mauli Pratiwi (FKIP/PGSD) dan Sulastria (FT/ Informatika), memilih Dusun Bangkong Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama 7 hari dari total 30 hari kegiatan PMM (8 Agustus–28 September 2020). Hal ini disesuaikan dengan jumlah Rukun Tetangga (RT) di Dusun Bangkong. Setiap kegiatan sosialisasi yang mereka lakukan dilaksanakan di rumah warga setempat dengan mengundang maksimal 10 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga  "Pray for Lotim" Banjir Telan 2 Korban Jiwa

Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Aviani Dwi Astuti, S.E., Ak., CA., M.SA menuturkan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting mengingatkan kesadaran masyarakat tentang menjaga kebersihan dan kesehatan di masa pandemi masih sangat minim. Sementara angka pasien positif corona masih tinggi di Indonesia terutama di Kabupaten Sumbawa. Karenanya, mahasiswa UMM perlu terjun langsung melakukan sosialisasi melalui kegiatan PMM, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat khususnya di Dusun Bangkong.

Ditemui terpisah, Saskiya Sasa Difananda selaku Koordiantor PMM Kelompok 52 menyebutkan, bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan membangkitkan kesadaran masyarakat agar ikut mencegah penyebaran Covid-19 melalui ikhtiar menjaga kebersihan baik kebersihan diri maupun lingkungan. Selain itu, mendorong masyarakat untuk berinovasi di tengah pandemic guna menambah pendapatan masyarakat. “Kami ingin bersama-sama dengan warga Dusun Bangkong menciptakan inovasi olahan berbahan dasar buah jambu mete berupa keripik buah jambu mete, sirup buah jambu mete dan kompos dari ampas jambu buah mete. Alasan kami memilih buah jambu mete sebagai bahan dasar olahan ini karena sedang musim dan buah jambu mete masih kurang dimanfaatkan oleh warga setempat. Warga biasanya hanya mengambil bijinya saja, sedangkan buah jambu mete diberikan untuk pakan ternak atau dibuang. Untuk itu kami berinisiatif meningkatkan nilai sumberdaya alam yang masih kurang dimanfaatkan,” ungkapnya, sembari menambahkan,  bahwa hal ini sesuai dengan tema kegiatan “Bersama Maju dan Melawan Pandemi Covid-19 Melalui Penjagaan Kebersihan dan Menciptakan Inovasi Olahan Buah Mente di Dusun Bangkong, Sumbawa Besar”.

Sementara itu Kepala Dusun Bangkong, Hasbullah Masting mengapresiasi kegiatan mahasiswa UMM di lingkungannya. Ia menilai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa tersebut sangat bermanfaat bagi warganya. Hal ini dapat menambah kesadaran masyarakat untuk bersama maju dan melawan Pandemi Covid-19 ini. (Saskiya, Ayu, Elvitha, Olifia, dan Sulastria)

iklan bapenda