Polres Dompu Ungkap Tiga Kasus Menonjol Dalam Dua Pekan

oleh -5 views
bankntb

DOMPU, samawarea.com (24/8/2020)

Dalam dua pekan ini, jajaran Polres Dompu berhasil mengungkap tiga kasus menonjol. Hal ini terungkap dalam jumpa pers oleh Kapolres AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK didampingi Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel S.T.K di depan ruang Tipiter dan PPA, Senin (24/8/2020) siang.

Kapolres menyebutkan, tiga kasus tersebut adalah kasus pembunuhan terhadap Iksan Pratama—sopir truk di Dusun Karama Desa Tolokalo Kecamatan Kempo, Selasa (18/8/2020) lalu. Kemudian kasus pembacokan seorang pelajar di belakang Kantor Kejaksaan Negeri Dompu, Keluraham Bada, Kecamatan Dompu, Senin (17/8/2020) malam. Terakhir, kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang dilakukan dua pelajar inisial FM (17) dan GV (17) warga di Kecamatan Woja dengan TKP di Desa Baka Jaya, Sabtu (22/8/2020) dini hari.

Kapolres Dompu menjelaskan, sejauh ini polisi masih mendalami motif dan keterlibatan pelaku lain meninggalnya Iksan Pratama. Untuk saat ini terduga pelaku masih satu orang yaitu MM (27) ipar korban.  MM dikenakan sangkaan pasal 338 Jo 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara minimal 15 tahun dan maksimal 20 tahun. “Selain motif utamanya yakni tidak dipercaya untuk membawa mobil truck itu, kami sedang mendalami motif lain termasuk keterlibatan bapaknya (mertua korban, red) dalam kasus ini,” ungkap Kapolres.

Kemudian kasus pembacokan dialami pemuda Desa Kareke sebagai mana yang diberitakan sebelumnya yang menyatakan bahwa dua orang terduga pelaku yang diamankan yakni IH (15) dan MA (15) setelah dilakukan pengembangan diketahui ada pelaku lain dengan inisial FZ. “Motifnya masalah cewek, pelakunya memang ada tiga, semuanya masih pelajar satu orang masih SMP dan dua orang SMA saat ini sudah kami amankan dan pelaku utamanya inisial IH,” beber Kapolres.

Baca Juga  Setelah Kajari, Bupati Ingin Ungkap Dugaan ‘Mafia Tanah’ di BPN Sumbawa

Menurut Kapolres, ketiga terduga pelaku dikenakan pasal sangkaan yakni pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban tidak bisa beraktifitas diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan. Selain itu ketiganya juga diganjar pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan pasal 75 huruf (c) pasal 40 ayat 1 tentang UU perlindungan anak Nomor 35 Tahun 2014. “Undang-undang darurat diancam hukuman pidana 10 tahun penjara, sedangkan UU Perlindungan Anak diancam pidana penjara 3 tahun 6 bulan,” beber Kapolres.

Selanjutnya kasus Curat, kata Kapolres, terduga pelaku FM dan GV yang juga masih di bawah umur diganjar dengan pasal 363 ayat (1). “Pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, dikenakan pasal 363 ayat (1) diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,” beber Kapolres Dompu. (SR)

iklan bapenda