Proyek “Paving Blok” Dialihkan ke Lokasi Lain, Ketua RT Ancam Lapor Jaksa

oleh -25 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23/8/2020)

Ketua RT. 02 RW 03 Kelurahan Bugis Kecamatan Sumbawa, Ramli Sunah kecewa berat terhadap realisasi Program Kotaku. Pasalnya Program Tahun Anggaran 2019 yang dilaksanakan pada Tahun 2020 ini dialihkan ke lokasi lain tanpa melalui musyawarah. Sebelumnya pada Rapat di Kantor Kelurahan Bugis beberapa waktu lalu yang menghadirkan semua ketua RT dan Ketua RW se-Kelurahan Bugis, ditetapkan lokasi pelaksanaan Program dalam bentuk Proyek Paving Blok gang atau jalan lingkungan. Untuk di wilayah Karang Bage, ditetapkan di lingkungan RT 02 RW 03 sepanjang 159 meter, dan RT. 03 RW 02 sepanjang 70 meter. Namun saat dilaksanakan, tiba-tiba proyek Paving Blok itu tidak jadi dilaksanakan di RT 02 RW 03, melainkan diduga dialihkan ke lingkungan RT 02 RW 02 yang sebenarnya tidak ditetapkan dalam rapat di Kantor Kelurahan Bugis. “Ini ada apa ?” tanya Ramli kepada samawarea.com, Minggu (23/8) malam.

Ia mengaku sudah mempertanyakannya ke Lurah Bugis. Pihak kelurahan justru kaget dan tidak mengetahui siapa yang merekomendasikan pengalihan lokasi proyek dimaksud. Karena itu Ramli mengaku akan menelisik ‘hilangnya’ proyek paving blok di lingkungannya. Jika ada yang tidak beres, Ramli akan melaporkan dugaan penyimpangan ini ke kepolisian maupun kejaksaan. “Kami ingin agar kebiasaan mengalihkan lokasi program ini adalah yang terakhir, dan tidak terjadi lagi di kemudian hari. Satu-satunya jalan, dengan menempuh upaya hukum,” tandasnya.

Baca Juga  Kemenhub Bantu 30 Unit Bus Dukung Sukseskan Sail Moyo Tambora

Secara terpisah, Kepala Seksi Sosmas Lurah Bugis, Euis Kurniasih yang sempat hadir rapat ketika itu saat dihubungi wartawan, mengakui pihak kelurahan tidak mengetahui proses pengalihan tersebut. Sebab saat pelaksanaan Kotaku tidak melaporkan ke kelurahan. Sempat Lurah menegur pengurus yang menangani proyek itu agar ketika memulai pelaksanaan proyek, melapor kepada Lurah selaku penguasa wilayah. “Ini tanpa permisi, proyek itu sudah dikerjakan,” tukasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda