Pemuda Muhammadiyah Sumbawa Diminta Berkonstribusi Bagi Kemajuan Daerah

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22/8/2020)

Musyawarah Daerah IV Pemuda Muhammadiyah Sumbawa resmi digelar, Sabtu, 22 Agustus 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sribonyo Universitas Samawa (UNSA) ini dibuka secara resmi Wakil Bupati Sumbawa yang ditandai dengan pemukulan gong. Hadir pada acara yang mengusung tema “Bersama Pemuda Muhammadiyah Kita Wujudkan Sumbawa Berkemajuan” ini di antaranya H Syafruddin MM Anggota DPR RI dari fraksi PAN, Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPD) NTB, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Sumbawa, Forkompimda, Rektor sejumlah perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokmoh agama dan tokoh pemuda.

amdal

Dalam sambutannya, Wakil Bupati, Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menitipkan harapan, agar Pemuda Muhammadiyah Sumbawa dapat terus meningkatkan peran aktifnya dalam mengabdi kepada ummat, bangsa dan negara, serta tetap teguh memegang komitmen untuk meraih kejayaan Islam, kemajuan intelektual, serta solidaritas kebangsaan dan kemanusiaan. Selaras dengan tema Musyda kali ini, Wabup yang akrab disapa Haji Mo’ ini mengatakan, pemuda mempunyai peran yang strategis bagi kemajuan suatu bangsa, sehingga maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari peran pemuda. Karena itu tugas utama dari Pemuda Muhammadiyah adalah melatih diri untuk menjadi kader dan ikut melahirkan pemuda-pemuda berkualitas yang berguna bagi organisasi, daerah, bangsa dan negara. “Saya melihat Muhammadiyah merupakan organisasi yang paling mudah dalam melakukan kaderisasi, karena memiliki banyak institusi pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, sehingga bisa menjadi media pengkaderan yang efektif bagi organisasi pemuda muhammadiyah. Melalui sistem pengkaderan ini, tentunya diharapkan semakin banyak generasi muda yang berkarya baik untuk kemajuan organisasi, maupun dalam rangka memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” tandasnya.

Baca Juga  Ciptakan Sumbawa Ramah Investasi, Mo-Novi Siapkan Lapangan Kerja 10.000 Naker

Wabup sangat berharap keberadaan organisasi Pemuda Muhammadiyah dapat menjadi pemicu dan penyemangat pemuda se-Kabupaten Sumbawa dalam mengukir prestasi. Bukan sebaliknya, menjadi pemicu konflik kerusuhan dan bahkan menjadi penyebar hoaks. “Masih banyak yang harus kita perjuangkan untuk Kabupaten Sumbawa. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk berjuang bersama-sama serta berkontribusi bersama untuk kemajuan daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.

Selain itu, Haji Mo’ juga berharap kepada ketua dan pengurus pemuda Muhammadiyah agar misi organisasi ini tidak hanya terfokus pada kegiatan dakwah dan solidaritas kebangsaan, tetapi merambah ke sektor lain, seperti sektor ekonomi. “Kita harus mampu berbicara di bidang ekonomi, dan alangkah lebih baik jika kader pemuda Muhammadiyah memiliki unit usaha serta memiliki binaan UMKM termasuk koperasi. Hal ini penting dilakukan, sebab menanamkan jiwa berwirausaha perlu dilakukan sejak dini. Potensi kader yang ada harus secara terus menerus dikenalkan dan dibimbing ilmu berwirausaha termasuk jaringan untuk mengembangkannya. Saya percaya, ketika semangat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi tertanam dalam setiap jiwa generasi muda, maka akan muncul pelopor-pelopor pemberdayaan yang mampu menjadi inspirasi di lingkungannya masing-masing,” paparnya.

Sebagai organisasi dari kaum muda Islam terdidik, lanjut Wabup, Pemuda Muhammadiyah harus senantiasa memegang teguh prinsip independensi, sebagai sifat organisasi yang secara etis merupakan karakter dan kepribadian kader pemuda muhammadiyah. Sifat independen itu sesungguhnya merupakan sifat yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Fitrah yang secara kodrati menjunjung tinggi kebenaran. Implementasi dari sifat independen itu tentunya harus terwujud dalam bentuk pola pikir, perilaku, dan kiprah dalam kehidupan bermasyarakat. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa Pemuda Muhammadiyah harus mampu membangun citra Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Pemuda Muhammadiyah harus mampu memberikan teladan, bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian dan kasih sayang. Islam adalah agama yang toleran sebagai cerminan dari rahmat bagi semesta alam. Pemahaman ini tentunya harus diimplementasikan dalam setiap sikap dan tindakan yang dilakukan oleh para kader Pemuda Muhammadiyah, dan berharap dapat ditransformasikan kepada masyarakat umumnya. (JEN/SR)

iklan bapenda