Lomba Balap Karung dan Makna Kemerdekaan

oleh -23 views
bankntb

Oleh: Boerhanuddin–Ketua Umum Komunitas PETANG (Pecinta Alam Plampang) 

Lomba balap karung, adalah salah satu perlombaan tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Tak heran jika lomba ini diadakan di berbagai daerah di seluruh penjuru negeri, baik di kota besar maupun di desa-desa terpencil, dan sangat antusias diikuti baik untuk dewasa maupun anak-anak. Lomba ini cukup sederhana, dimana peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung lalu mereka harus melompat-lompat untuk mencapai garis finish.

Makna filosofi yang terkandung dalam lomba balap karung sangat dalam, khususnya untuk mengingat kembali masa-masa kelam saat penjajahan Jepang. Rakyat Indonesia pada masa itu harus menjalani kerja paksa atau Romusha dan terpaksa harus menggunakan karung goni sebagai pakaiannya, karena pemerintah Jepang dengan sengaja menghambat proses distribusi bahan pakaian. Karung yang biasa digunakan untuk membungkus beras dan gula tersebut sangat tidak nyaman dipakai karena penuh kutu, hingga menimbulkan berbagai macam penyakit kulit seperti koreng dan gatal-gatal. Oleh karena itu, lomba balap karung yang dilakukan dengan menginjak dan melompat-lompat di atas karung menjadi simbol rasa kekesalan masyarakat Indonesia akan masa kelam dahulu dan tidak mau mengalami hal serupa seperti itu lagi.

Selain itu, masih ada makna lain yang terkandung dalam lomba balap karung, yakni pantang menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dalam permainan ini, sebagian tubuh peserta harus masuk ke dalam karung, kemudian berusaha meloncat-loncat untuk bisa sampai di garis finish. Bisa Ibu bayangkan, betapa sulitnya untuk berlari maju ketika kedua kaki terkungkung di dalam karung. Hal ini juga diibaratkan seperti kebebasan rakyat yang terpasung oleh penjajah untuk menggapai kemerdekaan. Tak jarang, dalam lomba balap karung ini peserta seringkali terjatuh hingga terguling-guling. Makna dari jatuh saat berlari, kemudian bangkit lagi hingga akhirnya sukses mencapai garis finish, merupakan sebuah gambaran akan semangat pantang menyerah masyarakat Indonesia jaman dahulu yang telah berhasil memerdekakan Indonesia.

Baca Juga  Gubernur Teken MoU dengan Institut Agama Islam Tazkia

Setelah mengetahui makna filosofis yang terkandung dalam lomba balap karung, maka diharapkan setiap kali merayakan kemerdekaan dengan mengikuti berbagai perlombaan, tak hanya sekedar euforia yang kita rasakan, tetapi juga dapat menghayati makna dari semua perlombaan yang didasarkan atas sulitnya perjuangan menggapai kemerdekaan. Sebagai orang tua, Ibu juga bisa menceritakan makna lomba balap karung ini kepada si kecil agar ia selalu menghargai sejarah dan perjuangan para pahlawannya dahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. (*)

iklan bapenda