“Selimut Pelangi” Ungkap Harapan Besar Para Penyandang Disabilitas    

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14/8/2020)

Suasana haru menyelimuti kegiatan “Gerakan Perubahan Komunitas Disabilitas Samawa” yang digelar di Sekretariat Lembaga Persatuan Penyandang Disabilitas Sumbawa (LPPDS), Jumat (14/8/2020) kemarin. Tidak sedikit yang menitikkan air mata ketika Geby Leti Cia—penyandang tuna daksa, membacakan puisi hasil karyanya. Dalam puisi berjudul “Selimut Pelangi” ini, Geby menyampaikan keinginan para penyandang disabilitas di Kabupaten Sumbawa ini. Dengan suara parau dan penuh penghayatan, Geby meminta agar mereka tidak dijauhi, tidak dipandang sebelah mata dan dapat diperlakukan sama selayaknya anak-anak normal. Meski diakuinya, banyak yang menjauhi mereka karena keterbatasan yang dimiliki. Namun mereka tidak pernah berputus asa, karena satu keyakinannya bahwa tuhan tidak pernah membeda-bedakan mereka. Dalam keterbatasan itu jika diberikan kesempatan, mereka juga mampu berbuat untuk diri, keluarga dan lingkungan. “Kami tidak pernah minta dilahirkan seperti ini. Tapi kami bersyukur dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang kami miliki masih diberi ruang dan kenikmatan hidup karena kami juga anak tuhan. Dan kami juga bisa seperti mereka,” tutup Geby disambut aplus panjang para hadirin. Seketika Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah yang hadir untuk membuka kegiatan itu bangkit dari duduknya lalu memeluk gadis kecil tersebut.

amdal
Geby, penyandang Tuna Daksa

Gerakan Perubahan Komunitas Disabilitas Samawa ini juga dihadiri Kadis Sosial Sumbawa, Ir. A. Yani, Kabid Kesejahteraan Sosial, Sukardi Tayeb, perwakilan Plan Indonesia dan puluhan penyandang disabilitas. Acara itersebut diawali dengan penampilan Ika Rustika DM—penyandang tuna rungu yang dengan apik membawa tarian “Samawa Balong”.

Baca Juga  Banyak yang Sembuh, Pasien Positif Covid di RSMA Tersisa 5 Orang

Ketua Lembaga Persatuan Penyandang Disabilitas Sumbawa (LPPDS), Khadijah dalam laporannya menyebutkan, para penyandang disabilitas ini tidak berbeda dengan warga normal lainnya. Bahkan beberapa di antara mereka telah berprestasi hingga tingkat nasional bahkan mewakili Kabupaten Sumbawa di ajang Internasional yaitu di India. Para penyandang ini bisa berbuat jika diberikan kesempatan dan fasilitas. Karena itu dibutuhkan perhatian sejumlah pihak terutama pemerintah kepada penyandang disabilitas tentunya dengan melihat langsung kondisi fisik dan keinginan mereka di lapangan.

Diakui Khadijah, banyak juga penyandang disabilitas yang tidak percaya diri. Karena itu, pihaknya selalu memberikan dorongan agar penyandang disabilitas bisa berkreasi. Sebab pada dasarnya, penyandang disabilitas dan warga lainnya sama. Buktinya di masa pandemi Covid-19 ini, para penyandang disabilitas tidak berdiam diri. Mereka berkarya dengan membuat masker dan kerajinan lainnya. Masker yang dibuat sudah disalurkan kepada sejumlah pihak.

Untuk mengadvokasi mereka, Khadijah mengaku telah membuat kotak saran bagi penyandang disabilitas. Ini dilakukan guna mengetahui seperti kondisi real para penyandang ini, sehingga akan memudahkan pemerintah nantinya untuk memberikan perhatian kepada mereka. “Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap semua penyandang disabilitas. Dimana mereka dianggap tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, jika teman-teman diberikan kesempatan, saya yakin teman-teman ini bisa bekerja sesuai kompetensi mereka,” ujarnya.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menyatakan bahwa Pemda Sumbawa akan memberikan dukungan terkait apa yang dibutuhkan penyandang disabilitas. Ini kewajiban dari pemerintah termasuk untuk memberikan pelayanan maksimal. Selain melaksanakan tugas sambil beribadah, secara undang-undang para penyandang disabilitas harus diberikan perlakuan khusus.

Baca Juga  Program Pemprov NTB Tetap Berkesinambungan

Kepada Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa diminta memberikan pelatihan kepada penyandang disabilitas. Sehingga mereka memiliki kompetensi sesuai dengan kondisi yang dimiliki dan tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak mengakomodir mereka. Karena jika diberikan kesempatan, para penyandang disabilitas ini bisa berkreasi seperti warga normal lainnya. “Kami akan memberikan serius terhadap masalah ini. Kami dengan terbuka menerima kapan dan dimanapun para penyandang disabilitas ini untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhannya,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda