Nilai STBM Giat PKK Plampang, Tim Kabupaten Disambut Meriah

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15/8/2020)

Tim Penilai Kabupaten Sumbawa disambut meriah saat berkunjung ke Kecamatan Plampang. Tim yang dipimpin Jatmoko dari Yayasan PLAN Iternasional Indonesia (YPII ) disambut tarian persembahan Putri Sanggar Batu Tongkok Kecamatan Plampang, kemarin. Terlihat dalam rombongan, Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten, Hj Sahema Noer Tola, A.A.Ngurah Riadi S.KM,M.Krs (Kabid P3PL Dikes Sumbawa), Agus Subaidi SAP (Kasubag Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Dinas PUPR), dan Hj. Rahmawati S.Pl, M.Si (Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas LH Sumbawa. Kedatangan tim ini untuk menilai PKK Kecamatan Plampang terkait lomba STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

amdal

Dalam kesempatan itu, Jatmoko mengatakan kedatangan mereka untuk mengetahui sejauhmana keterlibatan PKK terhadap STBM, ketersediaan dana, media kampanye, gender, dan inklusi sosial serta adanya indikator proses seperti tersedianya perencanaan kegiatan STBM. Sementara indikator outputnya, seperti persentase desa yang sudah ODF dan berprilaku CTPS. Prsentase desa yang masyarakatnya mengetahui pengolahan makanan dan minuman yang sehat, memiliki manajemen pengolahan sampah dan pengolahan air limbah yang memenuhi syarat. Selain itu adanya kerja sama dengan organisasi lain di antaranya organisasi penyandang disabilitas swasta, organisasi perempuan, dan kepala pemerintahan (organisasi anak serta inovasi produk).

Di bagian lain saat ditemui wartawan, Jatmoko menyebutkan ada lima pilar STBM yang merupakan program pemerintah dalam hal menciptakan keluarga dan lingkungan yang sehat. Yaitu, pertama, stop buang air besar sembarangan. Istilah yang lebih sering diungkapkan untuk menyatakan hal itu adalah Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Sekarang sudah banyak desa yang mendapat sertifikat desa ODF yang berarti warga desa tersebut sudah tidak ada lagi yang BAB sembarangan.

Baca Juga  Dua Sungai Meluap, Ratusan Petani di Tiga Desa Terjebak

Kedua, cuci tangan pakai sabun. Untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit ke dalam tubuh manusia, salah satu metode yang murah dan bisa dilaksanakan oleh masyarakat adalah membiasakan cuci tangan pakai sabun. Mencuci tangan pakai sabun sebaiknya dilakukan setelah buang air besar, setelah memegang binatang peliharaan, setelah memegang banda-benda yang kotor, sebelum makan, setelah makan, sebelum menyusui, dan lainnya.

Ketiga, pengelolaan air minum dan makanan yang sehat. Salah satu cara lain yang dapat memutus mata rantai penularan penyakit adalah mengelola air minum dan makanan dengan baik dan sehat. Hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah merebus terlebih dahulu air yang digunakan untuk keperluan minum sehari-hari, proses memasak yang higienis dan menyimpan makanan dan minuman yang benar.

Keempat, mengelola sampah dengan benar. Sampah adalah barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia. Sampah rumah tangga yang setiap hari dibuang oleh masyarakat secara sembarangan menjadikan potensi sebagai sarang serangga pembawa penyakit seperti lalat, kecoa dan lain-lain. Pengelolaan sampah dengan benar akan meminimalisir terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan. Memisahkan sampah basah dan sampah kering merupakan hal yang mestinya dilakukan oleh masyarakat. sampah kering dapat dibakar dan sampah basah bisa ditanam sehingga menjadi pupuk yang dapat menyuburkan tanah.

Kelima, mengelola limbah cair rumah tangga dengan benar. Selain sampah benda padat, rumah tangga juga menghasilkan limbah cair. Limbah cair yang tidak dikelola dengan benar dapat pula menyebabkan berbagai macam penyakit bagi manusia. Selain itu lingkungan akan tampak kumuh dan tidak tidak indah. Sebaiknya pengelolaan limbah cair ini, masyarakat membuat SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) yang memenuhi syarat. Di antaranya saluran kedap air dan tertutup, terdapat lubang peresapan limbah ungkap Jatmoko.

Baca Juga  Gubernur: Kami Ingin Meniru Akselerasi Pembangunan di Zhejiang

Sebelumnya Ketua TPKK Kecamatan Plamlang, Ny. Andamwati Abdul Haris mengucapkan selamat datang Kepada tim penilai dan berharap sangat berkesan dengan hasil kegiatan PKK Plampang mengenai STBM.  Selain itu Andamwati mengaku bangga atas parsitipasi Sanggar Seni Batu Tongkok yang mendukung kegiatan tersebut dengan suguhan tariannya sehingga menambah semaraknya suasana penyambutan kedatangan tim penilai. (BUR/SR)

iklan bapenda